PESISIRNEWS.COM, DELI SERDANG - Ratusan petugas pembaca meter listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tergabung didalam Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik (SP2ML) Sumatera Utara melakukan aksi demo di Kantor PLN Area Lubuk Pakam pada Kamis (28/4). Ratusan pekerja ini tiba di kantor PLN Area Lubuk Pakam dengan mengendarai ratusan sepeda motor dan mobil bak terbuka. Sesampainya dilokasi mereka pun langsung membentangkan poster bertuliskan tuntutan mereka.
Dalam orasinya ratusan pekerja ini menuntut memperkerjakan kembali dua pekerja pembaca meter listrik yang di PHK,” kami minta agar karyawan yang sudah di PHK dipekerjakan kembali,” teriak ratusan pekerja dengan pengawalan ketat petugas kepolisan. Dari informasi yang diperoleh sudah ada dua pekerja pembaca meetr listrik yang berkerja dibawah naungan PT Indah Mandiri Sari masing – masing Baginda Siregar dari PLN rayon Medan Denai dan Parsidi dari PLN Rayon Delitua.
Salah seorang pekerja menerangkan jika ada 160 orang lebih pekerja pembaca meter listrik bekerja dibawah naungan PT Indah Mandiri Sari. Menurutnya jika pihak perusahaan mengintimidasi para pekeja akan di PHK bila mogok kerja," sebelumnya tanggal 11 April lalu kami mogok kerja menolak pemotongan gaji sebesar 100 ribu sampai 500 ribu. Alasan perusahaan melakukan pemotongan gaji karena target baca tidak terpenuhi, seharusnya SP bukan pemotongan," terangnya.
Setelah aksi mogok ini, pihak perusahaan pun berjanji tidak akan melakukan PHK. Namun dua hari setelah perjanjian itu, pihak perusahaan melakukan PHK terhadap pekerja sehingga pekerja kembali melakukan aksi mogok pada 22 April lalu," meskipun ada perjanjian perusahaan tidak melakukan PHK, tapi dua hari kemudian dua orang di PHK perusahaan dan ada yang dimutasi dan rotasi. Selain itu ada yang belum terdaftar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Gaji potong tapi tidak terdaftar. Tidak hanya itu sudah sejak tiga terakhir tidak dapat pakaian dinas dari PLN, padahal setiap tahunnya dapat baju dinas," jelasnya. (Red)