Dato H. Syamsul Arifin:  Hati Saya Bilang, Saya Bukan Koruptor

- Kamis, 31 Maret 2016 09:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir032016/pesisirnews_Dato-H.-Syamsul-Arifin---Hati-Saya-Bilang--Saya-Bukan-Koruptor.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
internet

PESISIRNEWS.COM, MEDAN - Kehadiran Dato H. Syamsul Arifin, mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) pada Seminar Pencegahan Dini Terhadap Korupsi, Rabu (30/3) di Gedung Binagraha Jalan Diponegoro Medan memberi warna tersendiri dengan gaya ceplas-ceplos dan apa adanya. 

"Saya datang ke sini karena hati saya bilang bahwa saya bukan koruptor. Berapa uang yang disebut-sebut saya korupsi, saya kembalikan," ungkap Syamsul yang pernah mendekam selama 6 tahun penjara KPK.

Syamsul menyatakan bahwa selaku orang yang pernah di-KPK-kan, dirinya sangat mendukung diselenggarakannya acara tersebut, bahkan Syamsul yang akrab dipanggil Dato ini berpesan, jika ada acara-acara seperti ini agar para mantan-mantan koruptor lainnya diundang, sehingga dapat memberikan pencerahan demi terselenggaranya Pemerintahan yang bersih.

Dalam sesi dialog di seminar ini, Syamsul mengungkapkan perihal nasib apes yang menimpanya, mulai dari  pemeriksaan sebagai tersangka di KPK  hingga putusan. Proses panjang yang melelahkan yang dijalaninya sungguh sangat memprihatinkan. Bayangkan saja berharap keringanan hukuman dengan menempuh jalur banding malah berujung memperberat masa hukumannya.

"Awalnya saya diputuskan 2,5 tahun dengan membayar kerugian Negara Rp 52 miliar, saya bayar. Setelah itu Jaksanya banding, saya di vonis 4 tahun penjara, lalu banding lagi dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dengan  membayar Rp 96 miliar, dan semuanya saya bayar, saya tidak ribut-ribut," tuturnya yang disambut tepuk aplaus dari peserta seminar.  

Di tengah ceritanya, Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK yang dikenal baik oleh Syamsul, menyela dengan mengharapkan agar Syamsul mau berjanji tidak lagi membagi-bagikan uangnya, seperti yang pernah dilakukannya selama ini. 

Dengan nada bergurau yang mengundang tawa peserta seminar. Datuk Lilawangsa yang dikenal royal dan suka membagi-bagi uang ini, kepada siapa saja yang membutuhkannya lalu merogoh saku dan menunjukkan segepok lembaran uang kertas. 

"Uang saya ya begini aja dari dulu. Ini yang 100 ribu, ini 50, 20 ribu sampai yang 2 ribu juga ada," cetus Syamsul. 

Ditegaskannya bahwa selama perjalanan hidupnya fitnah tak pernah jauh-jauh darinya, bahkan saat di dalam kandungan pun dia sudah difitnah, katanya.

Syamsul kemudian memaparkan bahwa tips untuk menjalani hidup seperti yang diajarkan Ayahandanya lah yang membuatnya bisa berhasil.

"Yang pertama, jangan jadi Yudas Iskariot (Salah satu dari 12 murid Yesus Kristus, yang kemudian menjual nyawa Yesus demi uang)," ujar Syamsul tanpa menjelaskan maksudnya adalah jangan jadi penghianat.

"Yang kedua. Jadilah seperti Daniel (nabi Israel yang hidup di zaman Kekaisaran Babilonia atau sekarang Irak saat menjadi penguasa dunia), yang walau dicampakkan ke gua Singa, tidak diterkam, namun malah menundukkan binatang buas tersebut," katanya sambil menceritakan bahwa walau ditahan di Salemba maupun Sukamiskin dirinya tetap bisa menjadi pemimpin di penjara tersebut.

Dan yang ketiga, ujar Syamsul, walaupun dirinya masih difitnah padahal sudah membuat yang terbaik, Syamsul selalu mengingat doa Yesus saat disalibkan di tiang siksaan.

"Ya Bapa... Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," tuturnya yang kemudian disambut tepuk simpatik dari para peserta.

Di akhir pidato singkatnya di hadapan 2 Wakil Ketua KPK, Plt Gubsu Tengku Erry, para aktifis, politisi dan seorang pengusaha keluarga Shah, yakni Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ojeck, Dato mengaku bahwa setelah keluar dari penjara, dirinya menangis saat menginjakkan kaki kembali di Sumatera Utara, namun dirinya harus tetap tegar.  

Sebagai seorang yang pernah menjadi orang nomor satu di Sumut, Syamsul menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh program Tengku Erry Nuradi dalam menjalankan good governance dan zero korupsi. (Red)


Tag:

Berita Terkait

Daerah

Wujud Kepedulian Sesama, Pemkab Inhil Salurkan Donasi Lebih dari Rp1 Miliar dan Logistik untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Daerah

Rutan Pangkalan Brandan Terendam Banjir, Kanwil Ditjen Pas Sumut Evakuasi 435 WBP

Daerah

Antisipasi Peredaran Narkoba, Ditjenpas Sumut dan TNI Polri Gelar Razia Mendadak Di Rutan Kelas 1 Medan

Daerah

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Siap Sukseskan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba 2023

Daerah

Disaksikan Masyarakat Lintas Provinsi, DLAB I PTPN III Tebar Bibit Ikan di Kali Wates

Daerah

KOMBAT Kecam Pencemaran Kali Wates, Akan Ikut Laporkan ke DLH Labusel