PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - DPRD Kota Pekanbaru terus menerima laporan warga bahwa adanya korban demam berdarah. Namun, pihak Dinas Kesehatan dinilai tetap tidak ada tanggapan dalam menangani persoalan serius itu yang merenggut korban jiwa."Terus terang kami merasa kecewa terhadap kinerja Dinas Kesehatan kota Pekanbaru yang sepertinya tidak tanggap dan tidak merespon apa yang diderita oleh masyarakat. Kemarin kita dapat laporan masyarakat Rumbai Kelurahan Limbungan Baru yang terkena DBD, tapi tidak ada tanggapan," ungkap Anggota DPRD kota Pekanbaru Wan Agusti, Senin (21/3/2016).Sekarang ini, katanya, sudah ada warga Rumbai Kelurahan Limbungan Baru yang terkena DBD yakini 3 orang di RW 16, 4 orang di RW 11 dan 2 orang di RW 10, belum lagi di kelurahan lainnya. "Sampai sekarang masih ada warga yang terkena DBD dirawat inap di rumah sakit," ujar Wan Agusti yang mengaku menyesalkan kondisi ini."Saya mendapatkan keluhan warga bahwa Diskes termasuk camat setempat tidak ada tindakan termasuk Puskesmas Kecamatan terhadap warga yang terkena DBD. Atas persoalan ini, saya berharapan agar Diskes mengambil tindakan secepatnya, jangan Diskes berdiam diri. Korban DBD harus ditanggapi oleh cepat, seharusnya Diskes terjun ke lapangan bagaimana menanggani masalah bahaya DBD ini," pinta Wan lagi.Bahkan, tambah Wan Agusti, jika Diskes tidak sanggup melakukan tindakan terhadap tingginya penderita DBD di Pekanbaru, maka perlu kinerja Kepala Diskes dievaluasi oleh Walikota Pekanbaru."Kasihan warga kita, setiap hari berjatuhan karena menderita Demam Berdarah, namun penanganan di lapangan tidak ada. Padahal anggarannya ada, berarti memang Kadiskes yang tidak maksimal dan harus dievaluasi," pungkasnya. (msf)