PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Rapat Koordinasi (Rakoor) Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Riau tahun 2016 dibuka langsung oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili Plt Sekda, M. Yafiz, Selasa (8/3/2016).Acara yang diselengarakan salah satu hotel di Pekanbaru ini, turut di hadiri Wakil Bupati inhil, H. Rosman Malomo, Wawakko, Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) se Riau dan Kepala Bappeda se Riau.Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili Plt Sekda, M. Yafiz dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan ini sebagaimana koordinasi dalam rangka terwujudnya sinergi kebijakan dan efektivitas dalam upaya pencapaian target penaggulangan kemiskinan di Propinsi Riau hingga saat ini."Sampai saat ini Badan Statistik Provinsi Riau dalam rilisnya, bahwa tingkat Kemiskinan di Provinsi Riau Per Maret 2015 sebesar 531,39 Ribu Jiwa jumlah ini meningakat jika di bandingkan Maret 2014 sebesar 499,89 Ribu jiwa ini menujukkan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan 20%," kata Yafiz.Harapan Yafiz, dengan adanya Rakoor ini dapat mesiasati hal tersebut, untuk persoalan kemiskinan ini tidak hanya kepada penduduk miskin tatapi faktor lain ikut andil seperti kepribatinan terhadap tingkat kemiskinan."Dalam hal ini, tugas berat bagi Pemerintah khsusnya Pemerintah Daerah untuk dapat menurunkan angka kemiskinan agar tidak berdampak luas. Dan untuk mempercepat pengentasan Kemiskinan Pemerintah harus membuat regulasi dengan mengeluarkan Peraturan Presiden No.15 TH 2010 tentang pecepatan penaggulangan Kemiskinan yang di tindak lanjuti dengan di terbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri No.45 TH 2010 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penaggulangan Kemiskinan Propinsi dan Kabupaten/Kota," jelasnya.Disamping itu, Wakil Bupati H.Rosman Malomo yang juga sebagai Ketua TKPK Kabupaten Inhil menyampaikan beberapa peramasalahan yang di hadapai masyarakat miskin yang ada di Wilayah Kabupaten Inhil, seperti halnya masalah ekonomi."Mengingat masyarakat inhil sebagian besar merupakan Petani yang perlu dukungan Infrastruktur di samping hasil Produksi yang di dapatkan tidak seberapa serta masalah pendidikan yang di hadapi di Kabupaten Khususnya di Inhil masih terdapat beberapa target yang belum tercapai," bebernya.(ziz)