PESISIRNEWS.COM, DUMAI - Polio dan DBD adalah jenis penyakit yang sudah marak diperbincangkan, hal ini tidak menjadikannya penyakit ringan namun juga tidak serius jika masyarakat benar-benar peduli untuk mengatasinya.Acara yang dilaksanakan di kediaman rumah Walikota Dumai pada Senin sore (29/2/2016) kemarin, semata-mata atas dasar untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya kedua penyakit ini, serta meningkatkan kepedulian bersama terhadap cara mengatasinya.Walikota Dumai Zulkifli AS menyampaikan, bahwa Pekan Imunisasi Nasional (PIN) merupakan upaya yang dilaksanakan serentak secara nasional dengan tujuan untuk mempercepat pemutusan siklus kehidupan dari virus polio importan."Imunisasi ini diberikan kepada setiap balita dan bayi yang baru lahir tanpa memandang status imunisasi," jelasnya.PIN ini, lanjut Zul As, merupakan pemberian kekebalan tubuh secara serentak terhadap balita sehingga tidak memberikan kesempatan kepada virus polio liar untuk berkembang, karena akan mengakibatkan kelumpuhan permanen pada anak-anak."Oleh karena itu, mari kita lindungi seluruh anak-anak dengan memberikan polio melalui pos-pos PIN yang tersebar di 220 pos PIN yang ada di Kota Dumai, baik itu Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, Terminal, Pelabuhan, Bandara, dan Klinik Swasta serta praktek swasta," ajak Walikota.Zul As juga menghimbau agar seluruh orang tua yang memiliki balita usia 0-59 bulan ke pos-pos PIN Polio yang terdekat pada tanggal 08-15 Maret 2016 untuk mendapatkan imunisasi tetes polio.Tidak hanya berfokus pada penyebaran virus polio liar, lebih jauh Zul As menjelaskan, bahwa saat ini juga sangat rentan penyebaran penyakit demam berdarah. Dimana, penyakit ini telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1968 dan terus berkembang hingga saat ini."Memang penyakit ini disebarkan oleh virus dangue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti, namun tidak dipungkiri virus ini dipengaruhi oleh keadaan cuaca yang tak menentu, serta keadaan lingkungan yang kurang bersih," sebutnya.Walikota Dumai juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedullian pada kebersihan lingkungan sebagai usaha untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)."Dengan menggiatkan 3M yaitu menutup dan menguras tempat-tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk, lalu menaburkan bubuk ABT. Hal itu perlu dilakukan, agar Dumai terbebas dari penyebaran virus polio liar serta bebas dari penyakit demam berdarah," tukas Zul As seraya menambahkan, kepedulian kita adalah benteng terkuat kita.(dcp)