SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Dimulai sejak tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2016, Kabupaten Kepulauan Meranti diberlakukan status siaga darurat penanggulangan bencana Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut). Status siaga darurat ini ditetapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Msi berdasarkan SK Nomor 44/HK/KPTS/II/2016.
Dengan diberlakukannya status siaga tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim menegaskan, kepada camat, lurah, dan kepala desa dilarang meninggalkan lokasi wilayahnya masing - masing. Dia berharap dengan upaya tersebut agar ditingkatkan sosialisasi ke masyarakat bahwa membakar lahan dan hutan merupakan pelanggaran hukum."Saya instrusikan selama 3 bulan ini, tidak dibenarkan camat, lurah, dan kepala desa meninggalkan lokasi. Khusus camat diharuskan menyampaikan informasi hasil pemantauan dan pengawasan di wilayahnya seminggu sekali ke BPBD," tegas Said Hasyim, usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Karlahut di ruang Rapat Melati Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Senin (29/2/16).
Mantan Sekda Kabupaten Siak itu juga meminta peran seluruh perusahaan yang beroperasi di Kepulauan Meranti agar bisa mendukung upaya penanganan karlahut tersebut. "Dalam hal ini, perusahaan juga agar bisa ikut mendukung upaya penanganan dalam mengantisipasi karlahut ini," ujarnya.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Meranti M Eddy Afrizal mengatakan, dengan penetapan status siaga ini Pemkab Meranti akan mengerahkan semua kekuatan untuk mengantisipasi bencana asap terutama meluasnya karlahut. Diantaranya, memverifikasi dan menyiagakan semua peralatan untuk memadamkan api baik yang berada di instansi pemerintah maupun di masyarakat.
“Semua peralatan tersebut harus dalam kondisi siap pakai. Kita juga meningkatkan koordinasi baik antarinstansi dan masyarakat. Sosialisasi ke masyarakat juga digencarkan agar tidak membakar lahan atau sampah karena saat ini rawan kebakaran,” tegas Edy.
Untuk diketahui, di Kepulauan Meranti sempat terdapat satu titik api di Pulau Rangsang. Edy menjelaskan titik api tersebut sudah berhasil dipadamkan. Titik api itu merupakan kebakaran lahan di perbatasan tiga desa di pulau Rangsang yakni, di Desa Wonosari seluas 10 hektar, Desa Kayu Ara 10 hektar, dan Desa Bokor 50 hektar.
Dapat disampaikan pula, rapat koordinasi tersebut diikuti seluruh kepala SKPD dan camat. Terlihat juga Wakapolres Kompol STP Manulang, Danramil Mayor Bismi Tambunan, perwakilan dari PT RAPP dan PT National Sago Prima (NSP).
(mad)