PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Perwakilan OSIS SMP Juara Pekanbaru mengikuti seminar Problematika Remaja "Mengupas Apa Itu LGBT dan Bahaya LGBT Bagi Pelajar", yang di taja Gen Elok Pekanbaru, Senin (15/2/2016) kemarin. Kegiatan yang menghadirkan dua narasumber tersebut digelar di Gedung Tabrani Center Pekanbaru.kegiatan seminar tersebut bertujuan dalam rangka mensosialisasikan bahaya dan dampak dari pergaulan bebas yang saat ini kerap menjadi permasalahan di kalangan masyarakat, khususnya remaja.Dari sudut pandang psikologi yang disampaikan Lisfarika Manurung M Psi dijelaskan, LGBT (Lesby, Gay, Bisexsual, dan Transgender) adalah sebuah gerakan untuk mencapai tatanan dunia baru. Dimana mereka berimajinasi untuk merekonstruksi ulang keluarga. Bagi mereka keluarga inti tidak selamanya terdiri dari ayah (Laki-laki) ibu (perempuan) dan anak, tapi 2 orang laki-laki dewasa atau 2 orang perempuan dewasa dan anak tinggal di sebuah rumah juga termasuk sebuah keluarga."Tatanan keluarga ini juga dimulai dari rasa ketertarikan antara dua orang yang saling suka tanpa melihat jenis kelamin maupun gendernya. Sah-sah saja jika seseorang menyukai sesama jenis dan melakukan hubungan atau ikatan pernikahan dan berketurunan," katanya."Hal inilah yang menjadi dasar mereka untuk meminta hak kesetaraan agar pemerintah dapat melegalkannya sehingga dapat diterima dalam lingkungan social. Namun apa yang menjadi keinginan mereka ini tidak dapat diterima oleh Negara terutama Indonesia," imbuh Lisfarika. Dijelaskan juga, salah satu penanganan untuk mereka-mereka yang LGBT adalah terapi agama. Dan LGBT bukanlah bawaan genetik, tapi lebih kepada social emosional. LGBT terjadi akibat pergaulan, traumatik, pengasuhan yang tidak sehat, dan lain-lain.Artinya perilaku ini dapat disembuhkan jika ia keluar dari komunitasnya dan mendekatkan diri pada Allah Subahanaahu wata'ala atau tuhannya bagi yang non muslim serta mengisi hari-harinya dengan komunitas positif.
Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: riauglobal.com