PESISIRNEWS.COM, RENGAT - Sebelum jatuh korban di tengah masyarakat Kelurahan Tanah Merah kecamatan Pasir Penyu, maka Pemkab Inhu diminta segera mencari solusi terhadap perternak babi di kelurahan tersebut.Pasalnya, sudah dua kali antara warga dengan perternak babi terjadi keributan bahkan hari ini, Jumat (5/2/2016), hampir saja terjadi aksi bacok-bacokan antara warga dan peternak babi gara-gara limbah tersebut."Masyarakat minta pemerintah melalui dinas terkait, seperti Dinas Perternakan dan Perikanan dan Satpol PP agar dapat segera ambil langka tegas, karena pertenakan babi tersebut sudah tidak layak lagi berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk seperti saat ini," sebut seorang warga, Prayugo.Bila hal ini tidak kunjung diambil solusinya, kata warga, maka dijamin akan ada korban karena warga sudah sangat resah, sementara peternak juga dinilai tidak bersahabat."Sedangkan tadi saja hampir terjadi bacok-bacokan, bila saja tidak ada yang memisahkan entah jadi apa tadi," tutur warga.Sementara itu, Pj Bupati Inhu H Kasiaruddin SH, saat dikonfirmasi via selulernya mengatakan, pihaknya akan segera perintahkan dinas terkait dan camat untuk segera turun ke lapangan untuk meninjau ke lokasi ternak babi tersebut."Kita berharap warga kelurahan Tanah Merah untuk bersabar dan tahan emosi, jangan sampai terjadi apa yang tidak kita inginkan, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan," ujarnya.Setelah ini katanya, Pj Bupati akan segera telpon Dinas Perternakan Inhu untuk korcek ke lokasi, setelah itu baru sama-sama dicari solusinya. "Apa perlu dipindah atau ditutup," singkat Pj Bupati Inhu.Terpisah, Ketua RT 01 Boneran saat dikonfirmasi mengatakan, selaku Ketua RT dirinya mengaku sudah berulang kali memberitahu kepada peternak babi tersebut agar segera melakukan solusi agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat."Tapi mereka tidak pernah mengindahkan peringatan saya, jadi bila ada terjadi yang tidak diinginkan itu bukan kewenangan saya lagi," sebut Boneran yang akrab disapa Iran.Masih kata Iran, belum lama ini ia juga sudah ditelpon oleh pihak kabupaten mengenai limbah babi tersebut. "Saya juga berharap pemerintah, Dinas Perternakan, Camat dan Lurah tanggap terhadap pencemaran lingkungan selama ini," jelasnya."Kita juga berharap pemerintah dapat segera mencari solusinya dalam waktu dekat ini sebelum warga kami menjadi korban atau ribut setiap harinya gara-gara limbah," pungkasnya.
(her)Cari berita Terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI