PESISIRNEWS.COM, KARIMUN – Buruknya pengelolaan sarana dan prasarana lalu lintas dan penerangan jalan serta penataan perparkiran di Kabupaten Karimun memancing reaksi dari elemen mahasiswa Karimun.Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Karimun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karimun menuntut perbaikan penerangan jalan dan penataan perparkiran.Koordinator Aksi yang juga Ketua PMII Karimun, Parizal mengatakan,”Kami menuntut agar menonaktifkan Kepala Dinas yang tidak becus dalam menjalankan tugasnya; Pasang lampu jalan di sepanjang jalan Canggai Putri sampai Kampung Harapan; Perbaiki lampu penerangan jalan di sepanjang jalan poros yang sudah rusak; Perbaiki trafic light yang sudah tidak berfungs; Tertibkan petugas parkir dengan segala kelengkapan dalam bertugas; Tata ulang dan kelola perparkiran disepanjang jalan; Tetapkan biaya perparkiran secara merata tanpa terkecuali dalam kegiatan apapun. Retribusi 500 rupiah untuk motor dan 1000 rupiah untuk mobil; Meminta Dinas Perhubugan (Dishub) Karimun mengadakan tanda bukti/karcis di setiap perparkiran; Patroli setiap jam kerja dan tertibkan parkir liar bahkan beri sangsi/denda terhadap yang melanggar; Tolak perusahaan yang membangun tanpa mempunyai lahan parkir.Sekitar 10 menit berorasi, pengunjuk rasa kemudian diajak masuk dan berdialog oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun Ariyandi di ruang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Karimun. Dialog tersebut juga dihadiri oleh M. Tang (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Karimun), Faisal Taufiq (Kadis Kebersihan, Pertamanan, dan LH Karimun), dan AKP Sulam (Kapolsek Meral).Dalam dialog tersebut, M. Tang (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Karimun) menyampaikan, mutasi atau rotasi terhadap pejabat Pemda Karimun sudah lama akan dilakukan namun terkendala dengan aturan ASN yaitu 6 Bulan sebelum pelantikan Bupati tidak bisa dilakukan rotasi. Dalam ketentuan ASN, ada istilah lelang jabatan, setelah pelantikan direncanakan diadakan rotasi atau lelang jabatan.“BKD sudah mempersiapkan hal tersebut, calon pejabat terlebih dahulu diseleksi sesuai dengan komptensi dan bidang teknis masing-masing”, lanjutnya.Terkait penerangan jalan, Faisal Taufiq (Kadis Kebersihan, Pertamanan, dan LH Karimun) mengatakan, masalah lampu jalan bukan tuntutan mahasiswa saja tetapi juga tuntutan dari masyarakat. Namun, perlu dilakukan pengecekan di lapangan terlebih dahulu terhadap lampu jalan tersebut.Kemudian tanggapan soal karcis parkir, Kadishub menyebutkan pihaknya sudah turun kelapangan melakukan pembinaan."Tuntutan demo kali ini sudah kami lakukan. Jika memang adanya keselahan saya dan ditemukan pungutan liar atau pungli, laporkan saja ke pihak berwajib," tegas Ariyandi. Pada kesempatan ini Ariyandi juga menyampaikan, saat ini karcis parkir tahap 'porporasi' di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Karimun. Pihaknya saat ini tengah menyusun kelengkapan SK lokasi untuk perparkiran, yang akan mengatur titik mana saja yang boleh dijadikan tempat parkir. Untuk lampu jalan diusahakan untuk memakai tenaga surya. Untuk, perbaikan Traffic light agak lambat karena mesin dan teknisi harus didatangkan dari luar Karimun.(FA)