Pengembangan KID Masih Terkendala RTRW, Pj Wako : Optimis KID Masuk Green Economic Zone

- Senin, 11 Januari 2016 16:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir012016/pesisirnews_Pengembangan-KID-Masih-Terkendala-RTRW---Pj-Wako---Optimis-KID-Masuk-Green-Economic-Zone.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
dika
Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI Rizal Ramli saat melakukan kunjungan ke KID
PESISIRNEWS.COM, DUMAI - Kawasan Industri Dumai (KID) berpotensi menjadi satu lokasi Green Economic Zone atau Kawasan Ekonomi Hijau. Namun kawasan yang berpusat di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai ini terkendala lahan.Pasalnya, potensi lahan baru mencapai 1400 Ha. Padahal seyogyanya untuk pengembangan industri yang terintegrasi, KID Dumai mestinya harus memiliki luas lahan sekitar 5100 Ha. Bahkan proses pengembangan KID kini terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Dumai yang belum kunjung selesai.Terkait kendala itu, Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI Rizal Ramli langsung menelpon Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI Siti Nurbaya pada Jum’at (8/1) kemarin. Lewat sambungan selulernya, Rizal meminta bantuan Siti agar menggesa proses RTRW di Dumai.“ Nanti kita upayakan untuk menggesa proses RTRW. Sehingga proses pengembangan KID bisa dilakukan,” ujar Rizal kepada wartawan usai melakukan kunjungan di KID.Pada kunjungan yang berlangsung sekitar dua jam itu, Rizal menyempatkan diri melihat sejumlah fasilitas di kawasan yang dikelola Wilmar Nabati. Seperti Pelabuhan KID, Oleo Chemical Plant hingga Controling Room KID.Rizal mengaku fasilitas di KID sudah lumayan. Seperti ketersediaan tenaga listrik, pengolahan air, pelabuhan hingga fasilitas pabrik. Namun masih ada fasilitas yang perlu ditambah. Seperti Pelabuhan Peti Kemas dan luas kawasan yang masih belum memadai sebagai lokasi industri terintegrasi.“ Masih ada pembenahan yang perlu dilakukan. Tapi untuk saat ini fasilitasnya sudah memadai,” ungkapnya.Lebih lanjut, kata Rizal, KID masuk dalam Penilaian Green Economic Zone. Namun Wilmar dalam hal ini mesti berupaya memproduksi turunan dari Crude Palm Oil (CPO). Artinya CPO tidak melulu jadi komoditas ekpor, tapi sebaiknya diolah jadi produk turunan. Sehingga menambah nilai CPO agar lebih tinggi.KID mewakili Provinsi Riau menjadi satu kandidat dari empat nominasi yang bakal jadi Green Economic Zone. KID bersaing dengan sejumlah lokasi industri di tiga provinsi lainnya yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Sumatera Utara.“ Semuanya punya potensi untuk menjadi Green Economic Zone yang pertama di Indonesia. Makanya kita tinjau satu persatu. Pemenangnya belum ditentukan,” sebutnya.Usai mendampingi Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Pj Walikota Dumai Arlizman Agus, menilai Dumai bisa masuk dalam jajaran pusat pengembangan Palm Oil Industry Zone. Kondisi KID kini juga memiliki prospek cukup besar untuk produksi turunan CPO.Apalagi pengembangan KID didukung oleh kementrian lainnya. Alhasil menteri memberi sinyal positif bagi Kota Dumai.“ Walau terkendala RTRW, pemerintah pusat siap membantu pengembangan KID. Sehingga nantinya bisa membuka lapangan kerja baru,” harapnya.di tempat terpisah, General Manager Wilmar Dumai, Tenang Sembiring menyampaikan bahwa total keseluruhan lahan KID mencapai 1400 Ha. Tapi kini baru dimanfaatkan sekitar 400 Ha.Sekitar sembilan perusahaan yang beroperasi di KID. Ada yang bergerak di bidang Pengolahan CPO, Pengolahan Minyak Goreng, Aneka Gas hingga pembuatan karung.

Berita Terkait

Daerah

H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan

Daerah

PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan

Daerah

Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan

Daerah

Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil

Daerah

Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H

Daerah

Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG