Riau Masuk Lima Daerah Tertinggi Inflasi, Gubri Minta Jajarannya Kerja Keras Kendalikan Inflasi

- Jumat, 19 Agustus 2022 09:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir082022/_5662_Riau-Masuk-Lima-Daerah-Tertinggi-Inflasi--Gubri-Minta-Jajarannya-Kerja-Keras-Kendalikan-Inflasi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Gubernur Riau Syamsuar meminta jajarannya dan masyarakat untuk kendalikan inflasi. (Foto via ANTARA/HO-Diskominfotik Riau)

PEKANBARU (Pesisirnews.com) - Gubernur Riau Syamsuar mengajak jajarannya bekerja keras mengendalikan inflasi terkait Riau yang termasuk dalam lima provinsi tertinggi inflasi di Indonesia, seperti diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2022, di Kantor Bank Indonesia, Kamis.

"Inilah yang menjadi PR kita, tadi sudah disampaikan langsung beliau (Presiden), disampaikan Riau masuk dalam lima provinsi inflasi tertinggi di Indonesia, agar Provinsi Riau dapat mengatasi berkenaan krisis ekonomi ini sebagaimana arahan Presiden kepada kepala daerah se Indonesia," kata Syamsuar di Gedung Daerah Provinsi Riau, Kamis.

Dia mengatakan, saat ini memang pemerintah tidak boleh kerja standar, harus ada di luar standar biasanya. Jadi artinya ini berarti harus ada inovasi, dan ada terobosan-terobosan kalau memang terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan.

Sebab kalau tidak begitu, katanya lagi, pemerintah akan kesulitan dan nanti akan berpengaruh pada daya beli masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan.

"Sekaligus tentunya kita tidak mengharapkan juga tingginya harga barang, yang ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Riau dan menurunnya daya beli masyarakat," kata Gubernur.

[br]

Dia menjelaskan, memang sekarang pertumbuhan ekonomi Riau jauh lebih baik. Untuk itu inflasi harus ditekan sesuai harapan Presiden Jokowi yaitu hingga di bawah angka 5 persen.

"Inilah menjadi target pemerintah agar kita mampu dan diharapkan ekonomi bangkit secara cepat dan pemulihannya juga bisa kita laksanakan dengan sebaiknya," katanya.

Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2022, di Kantor Bank Indonesia, Kamis (18/8) menyebutkan bahwa inflasi di Indonesia pada Juli 2022 cukup tinggi yakni mencapai 4,94 persen.

Namun angka tersebut dinilai masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya, yakni, Korsel 6,3 persen, Singapura 6,7 persen, India 6,7 persen, Thailand 7,7 persen, Amerika Serikat 8,5 persen, Uni Eropa 8,9 persen dan Turki 97,6 persen.

Sedangkan, lima provinsi tertinggi inflasi di Indonesia, kelimanya berasal dari Pulau Sumatera, yakni Provinsi Jambi 8,22 persen, Sumatera Barat (Sumbar) 8,01 persen, Bangka Belitung (Babel) 7,77 persen, Riau 7,04 persen, dan Aceh 6,69 persen. (PNC/ANT)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Daerah

Bupati dan Wabup Inhil Hadiri HLM TPID Pengendalian Inflasi Daerah

Daerah

Rakor Pengendalian Inflasi 2026 Dipimpin Tomsi Tohir, Bupati Inhil Ikuti Secara Virtual

Daerah

Bupati Indragiri Hilir Herman Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026

Daerah

Pemkab Inhil Hadiri Rakor Nasional Pengendalian Inflasi 2025 dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah

Daerah

Bupati Inhil Herman Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025

Daerah

Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi 2025 Bersama Kemendagri Secara Virtual