Ingin Merasakan Nuansa Idulfitri 1443 H di Desa Tekulai Hilir? Yuk Cari Tahu Keseruannya

- Selasa, 03 Mei 2022 12:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir052022/_5262_Ingin-Merasakan-Nuansa-Idulfitri-1443-H-di-Desa-Tekulai-Hilir--Yuk-Cari-Tahu-Keseruannya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Antrean penyeberangan sepeda motor hari pertama Idulfitri 1443 H, Senin (2/5/2022) dari Kota Tembilahan menuju ke Desa Tekulai Hilir. (Foto: PNC/Anjar)

TEMBILAHAN (Pesisirnews.com) - Gencarnya program vaksinasi yang dilakukan pemerintah berdampak pada turunnya angka kasus Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia. Melandainya grafik suspek Covid-19 seperti dilaporkan pemerintah mengaktifkan kembali denyut nadi kehidupan masyarakat yang seakan ‘mati suri’ karena pandemi Covid-19.

Begitupun situasi di Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir (inhil), Tembilahan, terlihat suasana Lebaran tahun ini lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini membuat Pesisirnews.com merasa bersyukur karena dapat kembali berhari raya ke kampung halaman istri di Desa Tekulai Hilir, di mana pada tahun lalu tidak dapat berkunjung karena situasi pandemi Covid-19 yang masih merajalela.

Usai salat Id hari raya Idulfitri 1443 H yang jatuh pada Senin (2/5/2022), sekitar pukul 9.00 WIB, Pesisirnews.com pun On the Way (OTW) dengan ‘menunggangi’ motor matic berangkat menuju Desa Tekulai Hilir.

Di sepanjang jalan ke tempat penyeberangan terlihat orang-orang mulai ramai lalu-lalang di jalanan. Kumandang takbir pun masih terdengar bergema dari pengeras suara di masjid-masjid yang dilalui.

Sebagai informasi, Desa Tekulai Hilir adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil, Provinsi Riau. Dari Kota Tembilahan ke Desa Tekulai Hilir berjarak sekitar 24 km.

Papan penunjuk memasuki kawasan Desa Tekulai Bugis, Desa Tekulai Hulu dan Desa Tekulai Hilir yang kondisinya mulai memudar. (Foto: PNC/Anjar)

Populasi penduduk Desa Tekulai Hilir saat ini berjumlah sekitar 1.300 jiwa di mana kurang lebih 85 persen penduduknya berprofesi sebagai petani dan pekerja di perkebunan kelapa. Sedangkan sisanya berprofesi sebagai nelayan, pedagang, aparatur sipil negara (ASN), dll.

Adapun penduduk yang mendiami desa ini mayoritas berasal dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan.

Ada dua rute yang dapat ditempuh untuk menuju ke Desa Tekulai Hilir, pertama menggunakan speedboat, dan kedua melewati jalur darat dengan mengendarai sepeda motor.

Jika kita menggunakan sepeda motor, sebelumnya kita harus menyeberang menaiki perahu pompong ke Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan Kota karena antar daratan ini dibelah oleh sungai Indragiri.

Sepeda motor menyeberangi sungai Indragiri menggunakan perahu pompong. (Foto: PNC/Anjar)

Adapun Desa Tekulai Hilir berada satu jalur dengan Desa Tekulai Bugis dan Desa Tekulai Hulu di mana lokasinya terletak paling ujung jika ditempuh melalui jalur darat.

Meski jaraknya tidak begitu jauh dari Kota Tembilahan, tetapi waktu tempuh menuju ke desa ini terhitung cukup lama yakni sekitar satu jam bila mengendarai sepeda motor, atau bahkan bisa lebih jika kondisi jalan sedang dalam keadaan rusak.

Ini belum termasuk kalau pas terkena antrean di penyeberangan yang akan memakan waktu lebih lama di perjalanan.

[br]

Walaupun sebagian jalan menuju Desa Tekulai Hiir telah di semenisasi namun masih banyak kita temui keadaan jalan yang kondisinya memprihatinkan. Belum lagi jalan tanah yang berlumpur dan licin apabila diguyur hujan.

Sebagian jalan menuju Desa Tekulai Hilir yang kondisinya cukup memprihatinkan. (Foto: PNC/Anjar)

Sedangkan jika kita menggunakan speedboat satu mesin bertenaga 40 pk, rata-rata waktu tempuh ke Desa Tekulai Hilir sekitar 40 menit.

Secara geografis Desa Tekulai Hilir dan desa-desa lainnya yang berada di Kecamatan Tanah Merah berada dikawasan perairan.

Karena masih terbatasnya sarana jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, oleh karena itu mobil rata-rata belum dapat berjalan untuk menuju ke desa-desa sekitar.

Ketika Pesisirnews.com telah memasuki Desa Tekulai Hilir, semarak hari raya terasa begitu kentara menyelimuti suasana desa yang terlihat masih sederhana ini.

Tampak orang-orang mengenakan pakaian baru dan beberapa terlihat berkunjung ke rumah tetangga, kerabat atau sanak-saudaranya.

Rona bahagia dari wajah-wajah bersahaja orang-orang desa menyambut gembira datangnya hari raya, seakan wujud kemenangan perang melawan hawa nafsu setelah sebulan penuh berpuasa.

Usai acara saling bermaaf-maafan dan bersantap hidangan hari raya di kediaman mertua, Pesisirnews.com lalu memanfaatkan waktu untuk bersilaturahim ke beberapa rumah keluarga dan warga setempat.

Saat bersilaturahim ke rumah Kepala Desa Tekulai Hilir, Suriadi, SP, Pesisirnews.com mendapat penjelasan mengenai berbagai progres dan kendala pembangunan yang dihadapi pihaknya selama situasi pandemi Covid-19.

Kepala Desa Tekulai Hilir, Suriadi, SP bersama seorang warga yang bertamu di hari pertama Idulfitri 1443 H. (Foto: PNC/Anjar)

Meski begitu, orang Nomor Satu di pemerintahan Desa Tekulai Hilir ini tetap optimis untuk dapat memberikan yang terbaik buat warganya, yang telah mempercayakan dirinya untuk kembali memimpin Desa Tekulai Hilir periode kedua.

“Selama masa-masa terberat pandemi Covid-19 cukup banyak rencana pembangunan desa yang harus dievaluasi karena keterbatasan dana yang difokuskan untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Kami tentu berharap badai pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kami dapat mengoptimalisasi pembangunan buat masyarakat,” ujarnya.

[br]

Karena Pesisirnews.com tidak meginap di Desa Tekulai Hilir dan khawatir kemalaman, usai bersilaturahim di rumah pak wali Suriadi, lalu ngebut bertamu ke beberapa rumah lainnya.

Hampir setiap rumah yang dikunjungi tersaji hidangan khas Lebaran masyarakat Desa Tekulai Hilir seperti tapai ketan hijau, burasak beras, burasak pulut, rendang ayam dan rendang kerang serta aneka wadai (kue-kue, red) tradisional dengan cita rasa yang memikat lidah, yang semuanya siap dicicipi oleh orang-orang yang bertamu.

Sajian khas Lebaran masyarakatt di Desa Tekulai Hilir seperti burasak beras, burasak pulut, rendang ayam dan rendang kerang serta aneka kue tradisional lainnya. (Foto: PNC/Anjar)

Sekitar pukul 16.00 WIB Pesisirnews.com pun kembali ke Tembilahan. Sore itu anak-anak ramai bermain di pasar Desa Tekulai Hilir. Ada yang berlarian dan ada pula yang bersepeda sambil bercengkeramabersama teman-temannya.

Langit merah di ufuk Barat pertanda soreakan berganti senja mewarnai perjalanan Pesisirnews.com kembali ke Kota Tembilahan.

Di perjalanan pulang, ketika berpapasan dengan orang-orang di sepanjang jalan yang melewati Desa Tekulai Hulu dan Desa Tekulai Bugis, terbersit senyum hangat dan sapa ramah mereka.Letih pun terbayar setelah bertemu kerabat dan kenalan di desa yang selama setahun tak bersua.

Meski kemajuan teknologi seperti jaringan internet telah merambah hingga ke desa-desa, namun ketertinggalan pembangunan seperti infrastruktur jalan dan jembatan masih kita lihat di Desa Tekulai Hilir dan desa-desa sekitarnya.

Keramahtamahan penduduk Desa Tekulai Hilir yang terbuka kepada setiap para pendatang di desanya. (Foto: PNC/Anjar)

Oleh karena itu, masyarakat yang ditemui di desa ini sangat berharap dukungan pemerintah, terutama terhadap pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan agar dapat lebih diperhatikan. Sebab kedua sarana ini merupakan sumber daya yang cukup penting untuk memperlancar gerak mobilitas ekonomi masyarakat desa.

Suasana di pasar Desa Tekulai Hilir menjelang sore. (Foto: PNC/Anjar)

Nah, bagi Anda yang hobi berpetualang dan ingin melihat keunikan daerah-daerah baru, Desa Tekulai Hilir dan desa-desa sekitarnya mungkin dapat dijadikan destinasi buat menjelajahi kawasan ini sembari menikmati petualangan baru Anda.

Di sini Anda akan temui hamparan kelapa yang luas, aneka kuliner lawas, hasil laut seperti udang galah yang lezat dengan harga yang lebih murah dari harga di kota. serta sambutan ramah warga desa yang siap memandu Anda untuk menikmati suasana desa yang masih asli dan alami ini. (PNC/Anjar)


Tag:

Berita Terkait

Daerah

Bupati Inhil Bangga atas Antusias Warga Desa Tekulai Hilir dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Daerah

Bupati Inhil HM. Wardan Sidak Kehadiran ASN Pasca Libur Hari Raya Idulfitri 1443 H

Daerah

Hardiknas Berbarengan dengan Idulfitri 1443 H, Presiden: Pendidikan Anak-anak Tidak Boleh Terabaikan