MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Dengan ketekunan dan keuletannya menuntut ilmu, Zulkifli (18), siswa SMAN 2 Tebingtinggi Barat Kepulauan Meranti, berhasil meraih nilai terbaik untuk hasil ujian nasional tingkat SMA jurusan IPS se-Provinsi Riau, tahun 2015. Namun, dibaliksemangatnya itu, ruang untuk melanjutkan pendidikan tertutup disebabkan keterbatasan ekonomi."Saya belum dapat memastikan apakah akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau tidak, ketiadaan dana menjadi alasan utama saya," ucap Zulkifli, kepada wartawan di tempat kediamannya, Jalan Rintis, Senin (18/5/2015).Keterbatasan ekonomi ini lah yang membuat Zulkifli enggan melanjutkan masa depan pendidikannya, meskipun ia peraih nilai tertinggi UN SMA IPS. Sementara itu ayahnya sudah meninggal 14 tahun yang lalu."Sudah empat belas tahun yang lalu ayah saya meninggal. Saat itulah hanya ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Saat ini ibu saya sudah tua, makanya saya yang bekerja," ujarnya.Ia mengungkapkan, jika uang sakunya habis ia rela menjadi kuli bongkar batu bata di pelabuhan Kempang. Upah yang didapatkan hanya Rp40 ribu perhari, itupun jika ia berhasil membongkar 1000 buah bata. Zulkifli merupakan anak bungsu dari tiga saudara. Kini, di rumahnya ia tinggal bersama ibu dan tiga kakaknya yang juga kerja semrawutan. Sedangkan Kakak tertuanya, Jonrizal hanya sebagai kuli bangunan.Meskipun begitu, Remaja asal Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, sangat bersyukur atas pencapaiannya kali ini. Ia mengaku tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi, apalagi tempat ia menimba ilmu merupakan bekas sekolah lokal jauh yang baru menyandang status negeri pada satu tahun lalu. Meskipun tidak ada cara khusus dalam hal belajar, ia yakin jika nilai tinggi itu disebabkan karena sering mengulang pelajaran."Sepulang sekolah, kalau tidak lelah, saya sempatkan mengulang pelajaran sekitar satu jam," katanya.Pelajar kelahiran tahun 1996, ini bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Zulkifli ingin cita-citanya sebagai Sarjana Ekonomi dapat terlaksana dan bisa membanggakan ibunya, "Kalau tidak kuliah saya bakalan cari kerjaan untuk membantu orangtua," ucap Zulkifli.Sementara itu, wali kelas Zulkifli, Neti Indrayana SPdi, mengungkapkan, secara ekonomi, Zulkifli masuk dalam ketegori siswa miskin. Dia berasal dari keluarga pas-pasan, karena itu, sekolah memberikan bantuan berupa zakat mal yang berasal penghasilan guru-guru di SMAN 2 Tebingtinggi Barat. Selain itu, Neti juga mengatakan, Zulkifli juga tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Siswa Miskin (BLSM)."Saya merasa bangga dengan anak didiknya yang telah berhasil meraih nilai tertinggi se Provinsi Riau. Apalagi saat ini, pertama kalinya siswa di Kabupaten Kepulauan Meranti yang meraih nilai tertinggi se-Provinsi Ria, dan kepada pemerintah untuk mau membantu biaya kuliahnya Zulkifli. Sayang jika peraih nilai UN tertinggi tidak melanjutkanpendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," harap Neti.Untuk diketahui, Kabupaten Kepulauan Meranti nilai tertinggi UN SMA jurusan IPS diraih oleh Zulkifli dengan total nilai 526. Zulkifli meraih nilai tertinggi dari enam mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia (92,0), Bahasa Inggeris (89,8), Matematika(87,5), Ekonomi (87,5), Geografi (86,0), dan Sosiologi (83,7). (Adi)