Nadin Ilona Grimonia, Gadis Remaja dari Kuansing Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Tumor Otak

- Rabu, 16 Desember 2020 12:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122020/_1933_Nadin-Ilona-Grimonia--Gadis-Remaja-dari-Kuansing-Butuh-Bantuan-Biaya-Pengobatan-Tumor-Otak.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

TALUK KUANTAN, Pesisirnews.com - Di diagnosa mengidap tumor otak, Nadin Ilona Grimonia atau yang akrab di panggil Nadin (15), anak pasangan dari Sandi Alfario dan Pera Gusri Miranda asal Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) membutuhkan bantuan pengobatan dari para dermawan.

Menurut ayahnya, Sandi Alfario, Nadin diagnosa oleh dokter mengidap penyakit tomor otak sejak 2018, saat berumur 13 tahun. Saat ini Nadin sudah 2 kali dioperasi, radio terapi 33 kali, kemo 24 akan masih ada lagi 8 terapi yang akan dilakukan. Setelah itu, baru di CT-Scan ang untuk memastikan perkembangan tumor yang menimpa Nadin.

“Awalnya muntah-muntah, jalan sempoyongan seperti hilang keseimbangan. Gejalanya berlangsung cepat sampai kami bawa ke Dokter Neurolog Anak dan melalui beberapa pemeriksaan dan CT Scan,” ungkap Sandi.

Karena perawatan tidak memadai Nadin dibawa keluarga ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, di sini dokter mendiagnosa ada tumor otak/neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya di bagian cerebellum atau otak kecilnya bernama Medulloblastoma Grade IV.

"Nadin kalo sakit sampai tidak bisa menangis, kami sangat sedih melihat anak kami, ya Allah sembuhkan Nadin dari segala penyakit ini,” ujar Sandi lirih.

Menurut Sandi beberapa hari kedepan Nadin harus dioperasi lagi di RS.M Jamil Padang namun saat ini keluarga memutuskan belum akan membawanya untuk operasi, disamping masih kemo juga karena tidak ada biaya untuk berobat.

Sementara ayah Nadin kepada Pesisirnews.com mengaku, saat ini mereka tidak punya pekerjaan tetap hanya kerja serabutan makan upah sedot pasir dan tukang.

"Saya ini hanya bekerja serabutan, tidak ada pekerjaan yang lain, hanya makan upah sedot pasir dan tukang untuk biaya kebutuhan keluarga sehari-hari. Untuk biaya pengobatan kami tidak punya dana lagi," kata Sandi terbata-bata.

"Sementara obat yang harus ditebus untuk Nadin sekali dalam sepuluh hari Rp.900.000. Selama ini uang itu kami dapat menunggu bantuan keluarga, kedepan kami belum tahu dari mana dapat uang untuk perawatan,” ungakapnya

Ayah Nadin ini bingung harus berbuat apa lagi. Ditengah kegelisahannya, ia berhadapan dengan masalah kesulitan biaya ekonomi keluarga yang pas-pasan, ditambah dengan beban pengobatan Nadin membuatnya tak berdaya.

Kini dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah Kuansing dan masyarakat agar memberikan bantuan berobat buat anaknya agar dapat dirawat sesuai penyakit yang diderita.

Bagi para dermawan yang tergerak meringankan beban buat Nadin, dapat berdonasi melalui Rekening Kita Sanggup An. Fera Gusti Miranda di BNI Cabang Taluk Kuantan : 0866930010.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Daerah

Gerak Cepat dan Penuh Empati, Bupati H. Herman Instruksikan Penyaluran Bantuan Korban Kebakaran Concong dan Puting Beliung Tanjung Lajau

Daerah

Bupati Indragiri Hilir Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Daerah

Bupati Inhil H. Herman Instruksikan BPBD, Dinsos dan Baznas Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Tanah Merah

Daerah

Bupati Inhil Herman Lepas Bantuan untuk Korban Musibah Sumbar Melalui IKMR Inhil

Daerah

Bantuan Tahap II, Polda Riau Berangkatkan Tim Trauma Healing, Logistik dan Alat Berat ke Agam Sumatera Barat

Daerah

Dinas Pangan Inhil Serahkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai ke Panti Lansia