BENGKALIS, Pesisirnews.com - Calon Wakil Bupati Bengkalis yang berpasangan dengan Kasmarni, H. Bagus Santoso mengatakan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Hijau Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis, kelak akan menjadi ikon Perempuan Berdaya Keluarga Sejahtera.
Hal itu disampaikan Bagus Santoso saat menggelar kampanye dialogis di Desa Pangkalan Batang, Sabtu lalu. KWT Putri Hijau menjadi pelopor gerakan tani para ibu-ibu yang memanfaatkan perkarangan.
“Konsep yang disampaikan KWT Puri Hijau ini sejalan dengan program Perempuan Berdaya Keluarga Sejahrera yang termasuk dalam delapan program unggulan Kasmarni-Bagus Santoso.
“Saya yakin, KWT Putri Hijau akan menjadi ikon dan contoh tentang atau seperti apa perempuan berdaya itu,†sebut Bagus Santoso.
Di dalam delapan program unggulan KBS sebut Bagus, salah satunya adalah, stimulus ekonomi bagi pekerja sektor informal, seperti buruh, petani, peternak, nelayan dan lainnya, termasuk peningkatan lapangan pekerjaan dan penerapan teknologi serta investasi bidang perekonomian.
“Tak salah buk, program KBS sangat nyambung dengan konsep KWT Putri Hijau ini. Karena ini menjadi salah sati program unggulan kita, maka konsep-konsep KWT Putri Hijau akan menjadi perhatian kami, jika memang memungkinkan lahan yang dikelola tidak hanya lahan perkarangan tapi lebih besar lagi,†sebut Bagus.
[br]
Sebelumnya, Maisyarah dari KWT Putri Hijau menyampaikan beberapa kendala terkait pengelolaan perkarangan yang mereka lakukan selama ini. Pengelolaan perkarangan yang mereka lakukan masih sangat tradisional, menggunakan cangkul dan peralatan tradisional lainnya.
“Maklum pak, kami ni ibuk-ibuk, mencangkul tu bisa, tapi berapalah kemampuan kami, kami ingin lahan peranian kami ni lebih besar lagi. Untuk itu kami berharap dukungan dan bantuan untuk pengadaan ‘hand tractor’, untuk lebih memudahkan kami mencangkul atau menggemburkan lahan pertanian perkarangan ini,†pinta Maisyarah.
Sejak berdiri dua tahun lalu, kata Maisyarah anggota kelompok sebanyak 30 orang sudah tidak lagi membeli sayur-mayur di pasar. Mereka konsumsi hasil sayur mereka sendiri, seperti kacang panjang, terong, bayam, kangkung dan tanaman sayur lainnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu KWT Putri Hijau mewakili Provinsi Riau ke tingkat nasional dalam penilaian pemanfaatan perkarangan lestari.
KWT Putri Hijau usianya baru memasuki 2 tahun, di tahun pertama telah mendapatkan dana pembinaan dari Kementerian terkait pembangunan ruang sempit dan pemberdayaan, di tahun kedua mendapatkan dana pembinaan pengembangan bibit yang sudah dihasilkan. (Budi)