Ratusan Warga Teluk Lecah Masyarakat Menghadiri "Mandi Safar', Tradisi Tolak Bala

- Kamis, 24 Oktober 2019 15:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir102019/2583_Ratusan-Warga-Teluk-Lecah-Masyarakat-Menghadiri--quot-Mandi-Safar--039---Tradisi-Tolak-Bala-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bhabimkantimas Desa Teluk Lecah Br
TELUK LECAH– Ratusan masyarakat di Desa Teluk Lecahi, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menggelar tradisi mandi di bulan Safar tahun 1441 hijriah /2019 M sebagai ritual tolak bala dan penyakit, Rabu pagi (23/10).

Ritual itu selalu dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar. Budaya itu sudah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Ritual mandi Safar sudah dilaksanakan turun-temurun dan diyakini bisa menghilangkan penyakit dan penolak

"Mandi Safar adalah tradisi dan bukan merupakan syariat. Tapi ini adalah kebiasaan orang terdahulu yang berpedoman pada tuntunan agama," jelas Jamal Tokoh masyarakat Desa Teluk Lecah, dan imam wilayah yang memimpin ritual mandi Safar.

Menurut M.Jamal ritual itu setiap tahun dilakukan oleh masyarakat Rupat, khususnya di Desa Teluk lecah. Mereka meyakini, dengan ritual mandi tersebut bisa menghilangkan berbagai macam penyakit yang dialami warga. Juga sebagai doa untuk penolak bala.

"Mandi Safar ini sejak nenek moyang kita dulu sudah dilaksanakan. Dulu itu, orang kampung sering sakit-sakitan, dan tiba pada hari rabu diakhir bulan Safar, mereka mandi dan itu ada niatnya. Alhamdulillah dengan izin Allah, semua penyakit itu bisa sembuh

"Hingga kini masih dipertahankan karena merupakan perekat antar masyarakat muslim yang ada di Desa Teluk lecah," ujarnya. Jamal

PJ Desa Teluk lecah Agafri .SE , mengungkapkan, ritual mandi Safar juga sebagai rasa syukur untuk mengharapkan berkah dari Maha Kuasa. Mandi Safar ungkap Agafri, merupakan momen yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat. Ritual tersebut hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

"Masyarakat Desa Teluk lecah perlu menjaga kelestarian budaya kita. Karena tradisi ini sudah sejak dulu dilaksanakan di desa Teluk Lecah. Ini juga bisa menjadi edukasi bagi anak-anak kita kedepan, untuk selalu mempertahankan tradisi nenek moyang," tutup

[MGID]

Lanjut beliau berkomitmen akan terus melaksanakan kegiatan yang bersifat menyatukan masyarakat, mempertahankan adat dan budaya.

"Sudah banyak adat dan budaya yang perlahan hilang di telan waktu, tapi kita warga desa teluk lecah masih dan akan tetep melestarikannya. saya dukung sepenuhnya untuk kegiatan – kegiatan seperti ini demi mempertahankan budaya leluhur kita". Ungkap Agafri

Acara berlangsung meriah, masyarakat antusias ikut serta dalam memeriahkan acara pesta Budaya Mandi Safar yang setiap tahunnya diadakan.Selain dihadiri PJ Desa Teluk lecah Agafri Turut hadir Kades Sri tanjung Abdul malik S.Pd.Bhabimkantimas Brigadir angga bayu pratama Ketua LAMR Desa teluk lecah .Kadus dan RW/RT se.Desa Teluk Lecah serta ratusan pengunjung


Tag:

Berita Terkait

Daerah

Perdana Digelar, Rakor Damkar se-Riau Satukan Kekuatan Hadapi Ancaman Kebakaran

Daerah

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Daerah

Sekda Inhil pimpin upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau

Daerah

HM Yusuf Siad Anggota Komisi II DPRD Inhil Dapat Amanah Membacakan Visi Dan Misi Pada Hari Jadi Provinsi Riau Ke 69

Daerah

Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

Daerah

Bupati Inhil dan Kapolda Riau Laksanakan Running Man di Kota Tembilahan