Atasi Meluasnya Karhutlah Panglima TNI Kunjungi Riau Tambah Kekuatan Pasukan

- Minggu, 24 Februari 2019 13:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022019/7483_Atasi-Meluasnya-Karhutlah-Panglima-TNI-Kunjungi-RIiau-Tambah-Kekuatan-Pasukan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
ATASI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto SIP menyemprotkan air ke lahan yang terbakar ketika meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pulau Rupat Bengkalis, Sabtu (23/2/2019). (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

PEKAN BARU,PESISIRNEWS.COM-Kunjungan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto SIP ke Provinsi Riau untuk meninjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Sabtu (23/2). Kedatangan orang nomor satu di jajaran TNI ini disambut oleh 26 titik api yang tersebar di beberapa kota/kabupaten di Bumi Lancang Kuning.

Dengan menggunakan pesawat milik TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Panglima bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, sekitar pukul 10.30 WIB.

BACA JUGA : Prabowo-Subianto-Dapat-Kejutan-Dari-Bocah-SD-Umur-8-tahun-Saat-Berkunjung-Ke-Medan

Hadi langsung disambut oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Wakapolda Riau Brigjen Wahyu Widada, Danrem 031/Wira Bima Brigjen Inf Mohammad Fadjar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma Pnb Rony Irianto Moningka dan Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi.

Lalu, Panglima TNI bersama rombongan bergerak menuju ruang Pandawa, Baseop Main Aphrone Lanud Roemin Nurjadin untuk membahas Karhutla yang terjadi di wilayah Riau. Rapat yang berlangsung tertutup itu berjalan selama beberapa jam. Sekitar pukul 13.00 WIB, Hadi Tjahjanto beserta rombongan keluar dari ruangan guna meninjau wilayah yang mengalami Karhutla.

BACA JUGA : Emak-emak-Siap-Jaga-TPS-untuk-Prabowo-Sandi

"Hari ini (kemarin, red) saya akan berangkat ke tiga tempat yang sesuai dengan laporan satelit memiliki potensi kebakaran yang tinggi yaitu Rohil, Dumai dan Rupat, Kabupaten Bengkalis," ujar Hadi Tjahjanto di sela-sela akan menaiki Helikopter Caracal/HT-7206.

Disampaikan Hadi, kedatangannya ke Riau untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberikan penambahan kekuatan personel kepada pasukan yang tengah melakukan pemadaman api di beberapa daerah, terutama di Kabupaten Bengkalis.

BACA JUGA : Diduga-Sedang-Gunakan-Shabu--2-Pelaku-Ditangkap-Polisi-di-Desa-Tanjung

"Oleh sebab itu saya segera meluncur ke Riau. Ini dalam rangka melihat secara langsung terkait dengan kebakaran hutan dan lahan," terangnya.

Masih kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) itu, pada pelaksanaan rapat yang dilakukan, pihaknya memaparkan, ada tiga permasalahan yang segera ditindaklanjuti dalam penanggulangan Karhutla.

Pertama, sebut dia, peringatan dini Karhutla selama ini berdasarkan satelit. Sementara, satelit tersebut melaporkan titik api setelah enam jam terjadinya kebakaran lahan. "Misalkan kebakaran (lahan) terjadi pukul 7 pagi, diterima satelit enam jam kemudian. Sehingga setelah enam jam itu kebakaran sangat tinggi (meluas, red)," kata Hadi.

BACA JUGA : Bupati-Kampar-Menghadiri-Pelantikan-Pengurus-PODSI-di-Bangkinang-Riverside

Permasalahan kedua, sambung Panglima TNI, jika telah diketahui titik apinya. Personel yang akan menuju lokasi kebakaran dihadapkan dengan kendala transportasi. Sedangkan yang ketiga, alat untuk memadamkan kebakaran lahan sangat terbatas jumlahnya.

"Mengantipasinya, saya akan menempatkan personel di tempat-tempat yang berpotensi terjadi titik api. Mereka akan tidur (menginap, red) sambil menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran," ujarnya.

Apabila wilayah yang sudah dijaga terbakar, lanjut jenderal bintang empat TNI itu, personel akan memberikan informasi melalui radio sehingga segera dikirim bantuan pasukan menggunakan helikopter untuk melakukan pemadaman.

"Satu helikopter akan ditempatkan di Dumai. Di samping mendukung transportasi pasukan, juga diperuntukkan membawa logistik seperti makanan dan minuman," papar Hadi.

Tak hanya itu saja, pihaknya akan mendatangkan peralatan pompa air memiliki kekuatan tinggi yang nantinya dioperasikan di lokasi kebakaran. Lalu, pihaknya juga menambah kekuatan personel dalam rangka mempercepat upaya pemadaman lahan yang tengah terbakar. "Besok (hari ini, red) peralatan pompa dikirim. Jumlah kekuatan pasukan juga ditambah," jelasnya.

Ketika disinggung berapa jumlah personel yang didatangkan untuk membantu pemadaman Karhutla, Hadi mengaku, belum dapat memastikannya. Namun, dirinya, telah menginstruksikan Danrem 031/Wira Bima, Mohammad Fadjar menghitung berapa jumlah personel yang diperlukan.

"Danrem (Mohammad Fadjar, red) akan menghitung personel yang diperlukan. Jika sudah kita ketahui jumlahnya, maka kita kirim dari Jakarta. Pasukan itu akan mendarat di Dumai," imbuhnya.

Terhadap pihak-pihak tak bertanggung jawab yang membakar lahan, Panglima TNI menyerahkan, sepenuhnya kepada Polri untuk melakukan penangkapan. Namun, tidak menutup kemungkinan TNI akan turut membantunya. "Ya, kita akan membantunya (menangkap pelaku pembakar lahan, red)," tutupnya.

Usai itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto SIP naik helikopter bersama rombongan menuju wilayah yang tengah mengalami Karhutla di Kabupaten Bengkalis. Lokasi yang ditinjau yakni, Desan Sungai Injap, Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat.

Untuk menuju lokasi Karhutla ditempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor. Sesampai di sana, Hadi Tjahjanto memantau lokasi kebakaran lahan dan membantu melakukan proses pemadaman api kebakaran.

Puluhan Titik Api Terpantau

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sukisno mengatakan, jumlah titik panas atau hotspot terdapat di Provinsi Riau. Di mana terdapat sebanyak 44 hotspot yang tersebar di kota/kabupaten di Riau, seperti Kabupaten Bengkalis 14 titik, Dumai 8 titik, Pelalawan 11 titik, Rokan Hilir (Rohil) 2 titik.

Lalu Kepulauan Meranti 2 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Indragiri Hilir (Inhil) 6 titik. "Ada 44 hotspot di Riau, hasil pantauan Satelit Terra dan Aqua," ujar Sukisno.

Dari 44 titik panas di Provinsi Riau, BMKG menyatakan, 26 titik dipastikan sebagai titik api atau diduga ada Karhutla. Karena tingkat kepercayaan di atas 70 persen. Titik api tersebut terbesar di Bengkalis 10 titik, Dumai enam titik dan Pelalawan tujuh titik, Rohil satu titik dan Inhil dua titik.

"26 titik dengan kepercayaan di atas 70 persen, terpantau pada pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Pada sore jumlahnya berkurang, hanya ada sembilan titik. Di Bengkalis dua titik, Siak enam titik dan Inhil dan Pelalawan masing-masing satu titik," sebutnya.

Sementara itu, jarak pandang di beberapa kota/kabupetan masih tergolong normal, karena masih di atas 8 kilometer. Seperti Pekanbaru sejauh 10 km, Rengat sejauh 8 Km, Dumai dengan jarak 10 Km dan Pelalawan sejauh 10 Km. "Jarak pandang masih normal," imbuh Sukisno.(Rp/z68).


Tag:

Berita Terkait

Daerah

Ukraina Pesan 100 Kendaraan Lapis Baja Rosomak dari Polandia

Daerah

Putin Tuding AS dan Nato Membentuk Aliansi Global Mirip Perang Dunia II

Daerah

9 Selebriti Top Amerika Ini Ternyata Penyuka Sesama Jenis, Ada yang Menikah dan Punya Anak

Daerah

Rusia - Ukraina Saling Klaim Tewaskan Ratusan Serdadu dalam Pertempuran Bakhmut

Daerah

Diperkirakan Jutaan Amunisi Mengalir dari Iran ke Rusia

Daerah

Sulit Memperoleh F-16 dari AS, Turki Pertimbangkan Membeli Jet Tempur China dan Rusia