Longsor

Renggut 4 Nyawa, Rumah Pegawai Bank Itu Ternyata Tak Direstui Kakek

- Senin, 10 Desember 2018 08:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122018/6433_Renggut-4-Nyawa--Rumah-Pegawai-Bank-Itu-Ternyata-Tak-Direstui-Kakek.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pojoksatu.id

Pesisirnews.com - Rumah pegawai bank swasta di Bali, Made Oktara Dwi Palguna alias Ade (30) terseret longsor pada Sabtu (8/12). Bencana itu menyebabkan istri Ade dan tiga anaknya meninggal dunia. Ade sendiri harus mendapat perawatan intensif lantaran menderita luka cukup parah.

Kakek Ade, Komang Sumiarna mengatakan, sejak awal dia tidak merestui cucunya membeli rumah di Jalan Pratu Made Rambug Gang Taman Beji 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Gianyar, Bali. Sebab, di daerah tersebut sudah pernah terjadi longsor.

Komang Sumiarna menambahkan, di sebelah timur rumah Ade terdapat sungai. Hal itulah yang membuat Sumiarna melarang cucunya mengambil rumah di tempat itu.

"Awalnya kan sebelum beli itu, rumah di sana sudah longsor 3 kali. Nah dari tiga rumah itu, masih kosong satu. Yang dua sudah diperbaiki penghuninya sendiri. Lalu yang kosong ini diambil cucu saya. Saya kan bilang kok beli rumah di pinggir kali. Kalau orang Bali kan nggak boleh," ungkap Sumiarna.

Rumah yang akhirnya dibeli oleh Ade dipercayakan diperbaiki oleh pemborong. Kabarnya arsitek rumah itu pun teman kuliah Ade asal Lombok.

Sumiarna mengaku sempat memarahi arsitek tersebut lantaran kondisi rumah di TKP yang sedemikian rupa dan rawan longsor.

Seperti diketahui, peristiwa Sabtu pagi (8/12) menewaskan empat orang korban, yakni Ni Made Lintang Ayu Widnerti (33) dan tiga anaknya, Ni Putu Delta Larasati Palguna (6), Made Dian Aditya Palguna (4) dan Nyoman Adi Anggara Palguna (2).

Sedangkan Ade sebagai kepala keluarga ditemukan selamat. Namun dia harus mendapatkan perawatan intensif di RS Sanglah lantaran menderita luka cukup serius.

Kejadian bermula saat mertua perempuan Ade, Ni Nyoman Martini (53), yang juga ikut tinggal di rumah itu sedang sembahyang di merajan rumah. Saat itulah sang mertua menjadi saksi mata longsornya rumah tersebut.

Singkat cerita mertua perempuan Ade ini kemudian mendatangi Sumiarna di rumahnya yang hanya berjarak satu kilometer dari TKP.

"Ade metanem (tertimbun)," ucap Ni Nyoman Martini sambil menangis tersedu-sedu.

Mendengar kabar duka tersebut, Sumiarna langsung menuju TKP. Di TKP Sumiarna mengangkat cucunya yang dievakusi menggunakan kasur dan tambang. Ia dibantu warga dan petugas.

"Kondisi Ade komel-komel di pipi kirinya. Kayak disembelih gitu. Dia tidak bisa melek sama sekali. Tangan kirinya remuk, leher juga patah. Paha kiri tertancap aluminium dan perutnya harus dioperasi karena usisnya pecah," ungkapnya.

Pihaknya sudah sempat menyangka Ade tidak ada (meninggal) beserta seluruh keluarganya. Namun saat evakuasi, tangan Ade tiba-tiba menggenggam tangan Sumiarna. Bersamaan dengan itu, Sumiarna mengucapkan "Ade ini kakek."

"Saya ada di samping tubuh Ade yang berlumuran darah sembari memegangi pipinya yang terkoyak," tambah Sumirna.

Saat akan dirujuk ke RSU Sanglah tersebut, dengan mata yang tidak bisa dibuka, Ade kerap bertanya dimana anak dan istrinya. Sumiarna pun berusaha menenangkan diri cucunya tersebut. "Tanya bagaimana anak-anak. Saya jawab anak-anak sudah ada yang ngurus," ungkapnya.(***).

Sumber
: Pojoksatu.id

Tag:

Berita Terkait

Daerah

Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas Agus dan KSP Dudung ke Anak Binaan "Masa Depan Kalian Masih Cerah".

Daerah

Persiapan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Mulai Dibahas

Daerah

Grand Final Joged Mande Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Inhil

Daerah

Bunda Paud Inhil Katerina Susanti Buka Lomba Kolase Pada Hari Anak Nasional 2026

Daerah

Bupati Inhil Harap Porsigal Perkuat Persaudaraan dan Sinergikan Potensi Daerah

Daerah

UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional