Syamsuar Gubernur Riau Terpilih: Riau dapat dijadikan sebagai basis kajian gambut nasional maupun internasional.

Haikal - Minggu, 11 November 2018 19:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112018/pesisirnews_Syamsuar-Gubernur-Riau-Terpilih---Riau-dapat-dijadikan-sebagai-basis-kajian-gambut-nasional-maupun-internasional..jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Syamsur menjadi pembicara seminar. (Foto:Istimewa)

BOGOR-Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki lahan gambut terluas di Indonesia. Tanah gambut disebut terbentuk dari beragam akumulasi sisa-sisa tanaman yang setengah membusuk, sehingga kandungan bahan-bahan organiknya masih tinggi. Dalam istilah asing, tanah gambut disebut peat land.

Penyebutan itu didasarkan atas awal mula terbentuknya, yakni di lahan basah. Sejauh ini, persoalan tanah gambut masih tetap diperdebatkan, terutama terkait dengan bencana asap yang diduga berasal dari tanah gambut yang sejatinya memang mudah terbakar. 

"Untuk meminimalkan hal tersebut, dibutuhkan tata kelola gambut yang baik dan benar. Diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat tempatan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kesejahteraan hidup mereka," kata Gubernur Riau terpilih Syamsuar di hadapan peserta Seminar Nasional Gambut 2018 yang ditaja Forum Mahasiswa Pascasarjana Riau (Fompasri) Bogor, Sabtu (10/11/2018). 

Bupati Siak ini juga menyebut, tanah gambut Riau merupakan rahmat Allah SWT yang pantas disyukuri. Dengan keunggulan yang dimiliki gambut, Syamsuar berharap ke depannya Riau dapat dijadikan sebagai basis kajian gambut nasional maupun internasional.

Terlepas dari keunggulan spesifik yang dimiliki gambut, hal yang terus menjadi perdebatan publik terkait dengan gambut itu sendiri bersumber sejak adanya perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang memanfaatkan tanah gambut sebagai perluasan wilayah tanam. Namun Syamsuar tidak menampik, keberadaan perkebunan kelapa sawit dan HTI dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah.

Di sisi lain, Prof Sudirman menyebut, perkebunan sawit sejatinya bukan passionnya masyarakat Melayu Riau. Karena jenis tanaman ini memerlukan perhatian khusus, terutama dari perawatan dan pemetikkan buahnya yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Terkait bencana gambut berupa asap, Purwo Subekti menyebut, 99 persen kebakaran di gambut disebabkan faktor kesengajaan. Namun, bukan masalahnya yang harus diperdebatkan, resolusi penanganan kebakaran gambutlah yang harus dipikirkan.

Dosen di Universitas Pasir Pangaraian ini memaparkan, kebakaran gambut sebenarnya dapat dicegah, sama halnya dengan kebakaran yang terjadi di hutan non gambut. Tindakan pencegahan dimaksud adalah mengaktifkan peran serta masyarakat tempatan, terkait dengan edukasi dan kegiatan nyata yang berhubungan dengan pencegahan kebakaran gambut dimaksud. 

Selanjutnya, membuat sekat bakar, yakni berupa jurang, kolam, sungai ataupun parit-parit. Namun jika kebakaran gambut terjadi, maka yang dapat dilakukan masyarkat di sekitar gambut adalah memadamkan api. 

Sebelumnya, Dewan Pembina Fompasri Bogor Dr Roberdi MSi mengapresiasi kinerja panitia pelaksana, mulai awal gagasan penyelenggaraan SNG 2018 sampai pada akhirnya sukses memudahkan langkah peserta untuk datang, duduk dan mendengarkan materi dari para narasumber. 

Roberdi yang didaulat membuka acara SNG 2018 menyampaikan terima kasih panitia pelaksana atas kedatangan Gubernur Riau terpilih Syamsuar beserta narasumber lainnya. 

Ketua Umum Fompasri Bogor Syafroni Pranata SSi menyebut, sejatinya acara didukung penuh pendanaannya oleh Badan Penghubung Provinsi Riau. Namun karena terjadinya defisit anggaran, acara urung dilaksanakan. "Semula SNG 2018 akan dilaksanakan di Hotel IZI Kota Bogor, Riau defisit anggaran semua kegiatan dibatalkan, termasuk SNG 2018. Namun panitia pelaksana tetap kekeh agar SNG 2018 dilaksanakan, acara kita pindahkan ke gedung ini," kata Roni. (*)

sumber : fokusriau.com

Berita Terkait

Daerah

Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan

Daerah

Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil

Daerah

Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H

Daerah

Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG

Daerah

Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat

Daerah

Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80