Kisah Amar Taklukkan Ular King Kobra di Riau, Bertarung Hingga Masuk Ke Air

- Jumat, 31 Agustus 2018 17:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082018/pesisirnews_Kisah-Amar-Taklukkan-Ular-King-Kobra-di-Riau--Bertarung-Hingga-Masuk-Ke-Air.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tribunpekanbaru.com
Muammar Syahida saat mencoba menaklukkan ular jenis King Cobra. Ular tersebut terjebak di jeratan yang dipasang warga di Desa Terantang Manuk, Pangkalan Kuras, Pelalawan.(ist) - istimewa

Pesisirnews.com - Berhadapan dengan hewan buas dan mematikan, memang sudah menjadi hal yang biasa bagi pemuda bernama Muammar Syahida.

Sudah sejak kecil, pemuda kelahiran Solo, 23 April 1993 ini menyukai hewan jenis ular, terutama King Kobra.

Bahkan dia punya sejumlah ular peliharaan di rumahnya.

Dia merasa punya kesenangan tersendiri terhadap ular. Menurutnya jika dilihat ular itu unik, cantik dan jenisnya juga beragam.

Amar, begitu pemuda 25 tahun ini akrab disapa. Baru-baru ini, bahkan dia baru saja menangkap seekor ular King Kobra yang terjebak di sebuah jeratan milik warga di Desa Terantang Manuk, Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

"Kebetulan saat itu, saya tengah berada di rumah saya di Pelalawan. Jadi ada warga yang menelpon dan mengabari jika temennya yang membuat jerat untuk ular Sanca, malah kena ular King Kobra," ungkap Amar saat berbincang dengan Tribun, Kamis (30/8/2018).

Oleh warga, rencananya ular tersebut hendak ditembak mati. Warga takut dengan ular King Kobra.

"Akhirnya saya di pangggil untuk mengamankan ular yang kena jerat. Saya pun mencoba menaklukkan dan menangkap ular tersebut," ucap dia.

Kata Amar, saat proses penangkapan dilakukan, ia tak menemukan kendala berarti. Lantaran sebelumnya sudah kerap melakukan hal yang sama, yakni menangkap King Kobra.

Dia menuturkan, kesulitannya karena ular tersebut berada di air. Bukan hanya itu, saat ingin ditaklukan ular tersebut juga memberikan perlawanan. Alhasil ia pun harus bertarung melawan ular tersebut sebelum dapat dijinakkan.

Namun berkat keterampilannya menjinakkan hewan berbisa itu, sang King Kobra bisa ditaklukkan dan ditangkap.

Saat ini kata Amar, ular yang sudah terjebak selama 2 hari itu berada di rumahnya. Ular tersebut sedang berada dalam perawatan.

"Ularnya saya bawa pulang karena kasihan ularnya terluka di badannya karena kena jerat tali. Sejauh ini masih tahap pengobatan, nanti mau dibersihkan lagi lukanya. Karena ada ulat yang keluar dari lukanya itu," sebut Amar.

Menurut Amar, rasa takut terhadap ular memang sudah tidak ada lagi di dirinya. Lantaran sebelumnya, dia sudah belajar terlebih dahulu bagaimana cara menjinakkan hingga memelihara ular.

Dirinya pernah mengalami peristiwa tak menyenangkan. Yakni digit ular peliharaan sendiri.

Ular tersebut termasuk kategori berbisa, nama ilmiahnya trimeresurus albolabris atau biasa disebut ular gadung luwuk (Jawa).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 2012. Tepatnya saat dia melakukan edukasi di salah satu panti asuhan di Semarang.

"Setelah acara selesai, ular tersebut saya pegang kepalanya untuk dimasukkan ke dalam karung yang khusus buat ular berbisa. Tapi naas, saat kepalanya saya pegang, taring ular tersebut keluar dan mengenai jempol tangan kiri saya sampai di kunyahnya," beber dia.

Sontak saja, Amar langsung menjatuhkan ular tersebut ke lantai. Melihat itu, teman-teman Amar yang ada saat itu pun panik semua.

Amar kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sempat muntah darah 2 kali setengah jam setelah di gigit ular.

Selama 4 hari lamanya, dia terbaring di rumah sakit. Lantaran tak ada perubahan, ia kemudian diarikan ke Yogyakarta.

"Di sana cuma menggunakan pengobatan tradisional. Alhamdulillah luka saya bisa sembuh meski ada beberapa tahapan pengobatan sendiri dan hasilnya jempol kiri saya cacat akibat racun dari ular tersebut," ulas dia.

Kata Amar, hal seperti itu memang sudah menjadi resiko tersendiri baginya. Terlebih cara dia dalam menangani ular waktu itu salah.

"Sebagai pelajaran aja, agar tetap hati-hati untuk kedepannya. Kapok sih nggak, cuma harus lebih berhati-hati lagi. Sampai sekarang koleksi ular berbisa saya juga banyak," tutupnya.

Sumber Tribunpekanbaru.com 

Berita Terkait

Daerah

Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan

Daerah

Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil

Daerah

Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H

Daerah

Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG

Daerah

Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat

Daerah

Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80