15 Tahun Hilang, Sosok Tampan Ini Buat Hasni Tak Mau Keluar Dari Celah Batu

- Selasa, 07 Agustus 2018 16:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082018/pesisirnews_15-Tahun-Hilang--Sosok-Tampan-Ini-Buat-Hasni-Tak-Mau-Keluar-Dari-Celah-Batu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tribunnewsbogor.com

Pesisirnews.com - Kondisi Hasni, wanita yang ditemukan selamat di celah batu setelah dikabarkan hilang selama 15 tahun terbilang membingungkan.

Selama 15 tahun, Hasni disembunyikan di celah batu tanpa ada penjagaan.

Meski begitu, Hasni tak mau keluar dan memilih untuk diam di celah batu selama 15 tahun.

Usut punya usut, Jago, pria yang disebut-sebut sebagai paranormal di Desa Bajugan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah sudah mendoktrin Hasni.

Doktrin yang diberikan kepada Hasni terbilang mujarap.

Pasalnya ketika ditemukan pada Minggu (5/8/2018), Hasni bersikukuh untuk tinggal di celah batu.

Hasni bahkan menolak untuk keluar dari celah batu.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy mengatakan ketika ditemukan Hasni dalam kondisi linglung.

Menurut Iqbal, Hasni terus meminta untuk dikembalikan ke celah batu.

"Kondisi terakhir Hasni masih linglung dan selalu minta dikembalikan ke gua (sela-sela) batu," kata M Iqbal melalui SMS, seperti dikutip dari Tribun-Video.com, Minggu (5/8/2018).

Hasni mau keluar celah batu setelah dibujuk akan diajak ke rumah Jago yang tak jauh dari lokasinya.

Rupanya, kata Iqbal berdasarkan keterangan dari Jago, Hasni telah dicuci otaknya.

Pelaku yang berprofesi sebagai paranormal mengatakan ada seorang pria tampan yang ingin bertemu dengan Hasni.

Pria itu dikatakan Jago bernama Amrin, ia tinggal di atas gunung.

Menurut Jago kepada Hasni, Amrin ingin sekali bertemu dengannya.

Kolase foto Hasmi yang disekap di gua selama 15 tahun (Kolase Video Tribun Medan)

Dengan bujukan Jago, Hasni naik ke lereng gunung.

Lokasinya tak jauh dari rumahnya, hanya sekitar 20 meter.

Tapi rupanya itu hanya akal-akalan dari Jago untuk mengelabui Hasni.

Menurut Iqbal, akal-akalan itu dilakukan untuk menyetubuhi Hasni saat usianya masih 13 tahun.

"Hasni ini sudah dijadikan budak nafsunya dukun ini. Caranya Hasni disugesti dengan foto laki-laki yang diberi nama Amrin. Bahwa Amrin ini adalah jin yang menyukai Hasni," kata Kapolres Iqbal, Senin (6/8/2018).

Atas doktrinan itulah, lanjut Kapolres Iqbal, Hasni seperti orang yang terhipnotis.

Korban Hasni tiap pukul 04.00 Wita dibawa ke cela bebatuan ini, dan pukul 19.00 Wita korban dibawa lagi ke pondok belakang tersangka. (Dokumentasi Polres Tolitoli) (Dokumentasi Polres Tolitoli)

Dia mau saja menuruti keinginan sang dukun hingga akhirnya kegadisan Hasni terenggut.

Dalam proses penyidikan tersangka Jago mengaku bahwa nama Amrin itu diciptakan sendiri olehnya.

Tersangka Jago juga mengaku telah menyetubuhi Hasni berulang kali.

Rutinitas Hasni Hanya di Dua Tempat.

Selama 15 tahun Hasni hanya dibawa ke dua tempat saja, celah batu dan rumah Jago.

Menurut Iqbal pukul 19.00 Wita Hasni dibawa ke rumah Jago, sekitar pukul 04.00 Wita Hasni dikembalikan lagi ke celah batu.

"Begitu seterusnya selama 15 tahun, sampai kita akhirnya menemukan Hasni di celah batu itu Minggu (5/8/2018) pagi kemarin sekitar pukul 10.15 Wita," ujar Kapolres Iqbal.

Sumber TribunnewsBogor.com 

Berita Terkait

Daerah

Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan

Daerah

Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil

Daerah

Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H

Daerah

Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG

Daerah

Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat

Daerah

Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80