Keluarga Yakin Rizky Mati Suri Dipatuk King Cobra, Ini Respons RS

- Selasa, 10 Juli 2018 09:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir072018/pesisirnews_Keluarga-Yakin-Rizky-Mati-Suri-Dipatuk-King-Cobra--Ini-Respons-RS.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Detikcom
Foto: Dewa Rizky Achmad tewas dipatuk king cobra peliharaan (istimewa/ERP)
Pesisirnews.com - Keluarga yakin Dewa Rizky Achmad (19) hanya mati suri usai dipatuk ular king cobra peliharaannya. Pihak RSUD Doris Sylvanus menegaskan Rizky sudah meninggal sesuai hasil pemeriksaan medis."Kalau dokter sudah menentukan kematian haknya dokter, dan dokter sudah tahu bahwa dia tanda-tanda kematian, dipasangi bed side monitor itu merekam irama jantung dan irama nafas. Nah, dokter yang menangani, dr Raymond, menyatakan bahwa 08.30 Wita itu meninggal," ujar Kepala Bidang Diklit-SDM-Humas RSUD Doris Sylvanus dr Theodorus Sapta Atmadja kepada detikcom, Senin (9/7/22018) malam.Theo, sapaan karibnya, menerangkan Rizky dilarikan ke rumah sakitnya karena dipatuk ular king cobra yang mengakibatkan cardiac arrest alias gagal jantung. Meski sudah dilakukan penanganan nyawa Rizky tidak terselamatkan."Jadi pasien ini tergigit ular king cobra yang besar karena panjangnya 3,8 meter, bisanya banyak dan mengakibatkan depresi jantung dan depresi pernafasan, dan mengalami cardiac arrest dan pasien ini terjadi penurunan kesadaran," jelasnya.

"Bisanya lumayan banyak yang masuk ke korban walaupun kita sudah beri serum anti bisa ular, antiobiotik. RSUD Doris Sylvanus sudah berusaha dan semaksimal mungkin. Mungkin toksinnya terlampau kuat dan banyak sehingga tidak tertolong," sambung Theo. Theo menerangkan pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan dr Maharani sebagai konsultan untuk kasus gigitan ular se-Indonesia saat menangani Rizky. Theo menyebut penanganan untuk Rizky sudah benar hanya saja nyawa Rizky tidak terselamatkan."dr Maharani bilang penanganan RS Doris sudah benar, hanya memang ularnya besar sekali. Jadi kira-kira toksinnya banyak yang masuk, yang menyebabkan kelumpuhan pernapasan sama cardiac arrest," paparnya.Meski begitu Theo tak mau berkomentar soal keyakinan keluarga bahwa Rizky mati suri. Sebab, dari hasil pemeriksaan medis Rizky dipastikan telah menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.30 Wita."Kalau soal berkeringat dan hangat, karena saya tidak melakukan pemeriksaan dan tidak melihat langsung saya tidak berani berkomentar. Lepas daripada itu kalau pihak keluarga itu menunda itu saya tidak bisa melarang yang jelas kalau untuk menentukan kematian jelas bahwa itu kematian," jelas Theo.Sebelumnya diberitakan tim BKSDA Kalimantan Tengah batal mengevakuasi ular king cobra yang menewaskan Dewa Rizky Achmad (19). Pihak keluarga meyakini Rizky masih hidup alias hanya mati suri. Menurut keluarga dan 'orang pintar', ular king cobra tersebut harus tetap berada di dalam rumah. Mereka masih yakin Rizky belum meninggal."Kita hari ini nggak jadi mengevakuasi. Ada kepercayaan jenazahnya kata keluarga masih mengeluarkan keringat. Keterangan keluarga korban dan orang pintar, masih mengeluarkan keringat. Kita nggak bisa memaksakan," kata Kasubbag TU BKSDA Provinsi Kalteng, Handi Nasoka, saat dihubungi detikcom, Senin (9/7).

Sumber Detikcom 

Berita Terkait

Daerah

Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan

Daerah

Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil

Daerah

Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H

Daerah

Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG

Daerah

Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat

Daerah

Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80