Pesisirnews.com - Beberapa hari yang lalu warga Sulawesi dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan yang ditelan oleh seekor ular Piton.
Insiden mengerikan terjadi di Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Seorang wanita dikabarkan tewas dimangsa ular piton usai 14 jam menghilang.
Wa ditemukan tewas mengenaskan di dalam perut ular piton.
Kejadian tersebut, menyita perhatian oleh pecinta binatang, yakni Panji atau biasa sering dikenal Panji Sang Petualang.
Melalui akun Instagram @panjipetualang_real, ia membeberkan faktor ular piton menelan manusia.
"Akhir-akhir ini sering banget denger kabar retic python nelen orang. Kasusnya sering terjadi di sulawesi. Padahal ular jenis reticbesar diketahui banyak di Sumatera dan Kalimantan," tulisnya.
Menurutnya piton reticulatus dari Sulawesi memiliki karater yang lebih agresif ketimbang dari daerah lain.
Panji juga menilai kejadian tersebut bisa terjadi karena kerusakan habitat.
Ia juga menjelaskan cara sang ular melumpuhkan dan memangsa buruannya.
"Ular python berburu dengan cara menunggu dan menggunakan indra jacobson untuk mereka mengetahui di mana mangsanya, ular python juga punya semacam sensor yang bisa melihat darah panas (contoh manusia) ketika python berhasil nerkam korban secara sembunyi-sembunyi alhasil korban gak akan bisa lagi melawan," tulisnya.
Panji mengungkapkan, pada dasarnya hewan takut pada manusia.
Ia juga menjelaskan bahwa ular piton yang berukuran raksasa yang bisa memangsa manusia.
Sumber tribunnews.com