Pesisirnews.com - Kehebohan warga di sekitar Makam Putat Gede, Jarak, Sawahan, Surabaya terjadi Kamis (17/5) sore. Mereka menolak rencana pemakaman jasad terduga teroris di tempat pemakamam umum setempat.
Warga Putat Jaya datang ke makam dan kembali menutup lubang pemakaman yang sudah digali. Awalnya, lubang makam itu untuk mengubur jasad terduga teroris Dita Oepriarto, kepala keluarga pengeboman di GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan. Ngagel dan GPPS Jalan Arjuno, Minggu (13/5). Dita bersama istri dan empat anaknya mengontrak di Wisma Indah Blok K-22, Wonorejo, Rungkut, Surabaya.
Penutupan itu dilakukan lantaran warga mendengar jika TPU di Makam Putat Gede hendak dijadikan mengubur jasad terduga teroris. "Di daerahnya saja mereka tak diterima, apalagi kami," ungkap Ketua Rw 8 Putat Jaya, Nanang, kemarin.
Meski pengelolaan makam tersebut dibawah Pemkot Surabaya, namun Nanang dan mengatakan seharusnya pihak pemkot juga berkoordinasi dengan warga.
"Intinya kami keberatan jika jenazah pelaku teroris di makamkan disini. Untuk itu kami tutup," tandasnya.
Sumber Jawapos.com