JAKARTA, PESISIRNEWS.COM - Meme Kang Komar pemeran preman pensiun yang mengkritisi pemimpin yang tak mampu memimpin menjadi perbincangan hangat publik media sosial. Fenomena tersebut dinilai masyarakat sebagai cerminan dari pemerintahan Jokowi-JK terkait isu reshuffle yang beredar.
Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, bukan hanya masyarakat melalui ide kreatifnya menyatakan bahwa yang perlu di reshuffle itu Presidennya. Tanggapan serupa pernah dikatakan oleh anggota DPR RI fraksi PDIP Efendi Simbolon terkait kondisi bangsa yang tak kunjung membaik.
"Secara obyektif meme tersebut menyatakan dibawah pemimpin yang baik, anak buah yang bodoh pun ada gunanya, tapi dibawah pemimpin yang bodoh, pasukan terbaik pun kocar kacir dan ada pepatah seribu kambing dipimpin oleh seekor harimau akan mengaum semua, tapi seribu harimau dipimpin seekor kambing akan embeek semua, hal itu diartikan publik sebagai kurang mumpuninya kualitas kepemimpinan dan perlu ada yang diperbaiki," kata Panji melalui rilisnya, Sabtu (8/8/2015).
Panji lanjut menjelaskan, reshuffle kabinet kerja sebagai solusi dari buruknya kinerja pemerintahan Jokowi-JK akan menuai pro dan kontra. "Masyarakat sudah cerdas jika memang pemerintah melakukan reshuffle kabinet. Apakah pemerintah bisa menjamin Indonesia akan lebih baik atau memang akar permasalahannya ada di pimpinan eksekutifnya?" tutup Panji. (rls)