Riau Siap Lindungi Tenaga Kerja Lokal Hadapi AEC 2015

- Rabu, 06 Agustus 2014 20:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082014/1407332144images.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
PEKANBARU, PESISIRNEWS.com - Siaga hadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku tahun depan, pemerintah provinsi Riau bersama DPRD setempat saat ini sedang mempersiapkan Peraturan Daerah yang berfungsi melindungi para tenaga kerja lokal."Pada saat MEA itu, terjadi mobilisasi tenaga kerja di samping barang dan itu tidak bisa kita hindari. Pemprov Riau dan DPRD sedang mempersiapkan Perda untuk melindungi para tenaga kerja lokal," kata Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru.Pembuatan Perda itu, menurutnya, dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan para tenaga kerja lokal khususnya di provinsi tersebut, agar lebih bisa menguasai dan meningkatkan daya saing serta kompetensi pada bidang sektor ketenagakerjaan.Untuk meningkatkan kompetensi dapat dilakukan sertifikasi-sertifikasi tenaga kerja sesuai sektor lapangan pekerjaan seperti perkebunan baik kelapa sawit maupun karet, kemudian sektor kesehatan dan lain sebagainya."Agar para tenaga kerja lokal bisa lebih kompetitif dan meningkatkan daya saing. Arahnya nanti kesana dan tentu juga dengan keterbukaan ini, Riau harus siap karena kita sekarang sedang bersaing dengan para tenaga kerja asing," ucapnya.Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau sebelumnya mengatakan, regulasi yang mereka siapkan, sekaligus dapat melindungi tenaga kerja lokal saat melakukan kerja sama dengan investor dalam menghadapi pemberlakuan pasar regional bersama bertajuk Komunitas/Masyarakat Ekonomi ASEAN."Komitmen itu diperlukan karena Riau merupakan salah satu target investasi baik investor nasional maupun asing dan masih sangat menjanjikan," ujar Kepala BPMPD Riau, Irhas Irfan.Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan dalam menghadapi pasar bebas ASEAN yang telah di depan mata dan menekan angka pengangguran di level terendah dari mulai perkotaan sampai tingkat desa di Riau.Hal tersebut diharapkan dapat memiliki "out put" cukup positif dalam menjawab tantangan dan masalah kemiskinan di daerah khusus di Riau dan Indonesia pada umumnya, agar regulasi yang dikeluarkan tersebut berpihak pada masyarakat."Jadi dengan investasi, diharapkan dapat menekan angka kemiskinan yang terjadi di daerah terutama di Riau. Untuk tahun 2013 saja, ada sekitar 60 ribu tenaga kerja yang berhasil direkrut dalam pengembangan investasi," katanya.Data Badan Pusat Statistik Riau mencatat, hingga Februari 2014 jumlah penduduk yang bekerja di provinsi tersebut sebesar 2.661.327 orang atau berkurang 50.918 orang atau 1,87 persen dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2013.Sementara jumlah angkatan kerja di provinsi itu terserap yang terserap pasar mencapai 2.801.165 orang atau turun 28.033 orang atau 0,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 sebesar 2.829.198 orang.Tingkat pengangguran terbuka hingga Februari 2014 sebesar 4,99 persen atau lebih tinggi dibandingkan keadaan yang sama pada periode tahun sebelumnya yakni sekitar 4,13 persen. (red/ant)

Berita Terkait

Berita

Fun Run Road to Riau Bhayangkara Run 2026 Meriah, Polres Inhil Gaungkan Semangat “Polri untuk Masyarakat”

Berita

Bujang Dara Inhil Dinobatkan Bupati Berharap Promosikan Pariwisata dan Kebufayaan Inhil

Berita

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Gelar Final Lomba Lacak Kamtibmas

Berita

Soroti Video Viral Anak di Inhil, Ketua PW-IWO Riau Ingatkan Pentingnya Perlindungan Identitas Anak

Berita

Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan

Berita

Pemkab Inhil dan BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026