Riau Memasuki Musim Kemarau

- Senin, 19 Januari 2015 17:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir012015/1421662963news_29088_1421632703.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Wilayah Riau sedang memasuki musim kemarau. Biasanya setiap musim kemarau panjang, Riau akan dilanda bencana kabut asap yang berasal dari dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhula). (Foto: riau.go.id)
PEKANBARU, PESISIRNEWS.com - Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Pekanbaru, menyatakan saat ini sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau telah memasuki musim kemarau."Sejak awal Januari 2015, sebagian besar wilayah di Riau telah minim terjadi hujan," kata Analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Ibnu Amiruddin kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (18/1).Ia mengatakan, menurut prakiraan cuaca hari ini hingga beberapa hari kedepan, secara umum Riau cerah hingga berawan.Menurut dia, peluang hujan terjadi untuk wilayah Riau bagian tengah dan Selatan meliputi Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru."Namun sifatnya lokal dan intensitasnya ringan. Namun untuk sebagian besar wilayah kabupaten/kota lainnya sangat kecil kemungkinan terjadi hujan," katanya.Ibnu mengatakan, kondisi demikian telah berlangsung sejak beberapa pekan di Januari 2015 sehingga memicu terjadinya kebakaran hutan, dan lahan penyebab polusi asap yang selama ini terjadi.Ia mengatakan, sebagai upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak mulai dari pemerintah daerah hingga pusat."Setiap perkembangan adanya titik panas yang diindikasi sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan , selalu kami sampaikan ke badan penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Riau," katanya.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan, Satelit Modis dengan penggunaan sensor Terra dan Aqua terakhir pada Sabtu (17/1) pagi merekam kemunculan 40 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatera."Terbanyak berada di Provinsi Riau yakni mencapai 26 titik," kata Analis, Ibnu Amiruddin.Ia menjelaskan, selain di Riau "hotspot" juga terdeteksi oleh modis berada di daratan Provinsi Bangka Belitung sebanyak enam titik, Sumatera Utara ada empat titik, kemudian Jambi yakni tiga dan Sumatera Selatan hanya satu titik.Sementara khusus 26 titik panas di Riau, menurut hasil sorotan sensor Terra dan Aqua, pada pukul 05.00 WIB tersebar di enam wilayah kabupaten."Terbanyak berada di Pelalawan yakni sepuluh titik dan Indragiri Hilir serta Indragiri Hulu masing-masing enam titik panas," kata Ibnu. Selanjutnya untuk di daratan Kabupaten Kuantan Singingi terdapat dua titik dan terakkhir  berada di Bengkalis dan Kabupaten Siak masing-masing satu "hotspot". (Ant)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Pj Bupati Inhil Erisman Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan

Berita

Pj Bupati Inhil Tinjau Progres Pekerjaan Semenisasi Bersama Kadis Perkim

Berita

Kadis Diskominfo Pers Inhil Trio Beni Putra Raih Program Doktor di Bidang Ilmu Lingkungan Hidup

Berita

Presiden Tekankan Pembangunan Infrastruktur harus Ramah Lingkungan

Berita

Wapres Berharap Makin Banyak Perusahaan yang Jadi Agen Perubahan Lingkungan

Berita

Genjot angka Vaksinasi, BIN Daerah Riau Gelar Vaksinasi Massal di 12 Kabupaten/Kota