9 Negara ASEAN Kunjungi Giam Bukit Batu -Siak Kecil

- Minggu, 16 November 2014 16:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112014/1416131202giam siak.1.JPG): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kunjungan Peserta APFP ke Cagar Biosfir Giam Siak Kecil Bukit Batu di Camp Humus Pt. sinar Mas , Kamis (13/11).
BUKIT BATU, PESISIRNEWS.com - Asean Peatland Forest Project (APFP) yang terdiri dari 9 negara peserta, lakukan pertemuan tingkat Asean dalam rangka Workshop Terminal Evalution, Kamis (13/11) melakukan Foeld Trip (kunjungan-red) ke  Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.Sebelum melihat lokasi penanganan Giam Siak Kecil peserta APFP yang terdiri dari perwakilan dari Malaysia, Fhilipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam, Singapura dan Thailand serta dari Kementrian Lingkungan hidup  dan Kehutanan mendengarkan pemaparan sekaligus persentase dari Manajemen PT. Sinar Mas di   Camp Penelitian Humus terhadap pengelolaan Giam Siak Kecil Bukit Batu.Seperti dipaparkan Manager Public Relation PT. Sinar Forestri Nurul Huda bahwa saat ini dikawasan Cagar Biosfer ini terdapat Tiga kawasan diantaranya Kawasan inti, Penyangga dan Transisi dan dalam pengawasan atau pengelolaannya berkolaborasi dengan Balai Besar Konserfasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)." Untuk kawasan  inti 178.255 hktar, kawasan penyangga 225.000 hekar, kawasan transisi 304.123 hektar, dari 178.255 hektar kawasan inti, 72.255 hektar merupakan kawasan PT.Sinar Mas yang dijadikan kawasan cagar biosfer dan sisanya dijadikan kawasan suaka mara satwa yang di kelola oleh BBKSDA, Papar NurulSementara itu Aep Purnama dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa kunjungan dari APFP salah satunya  ingin menunjukan pengelolaan gambut  yang ada di cagar biosfer ini dan juga peanganan kebakaran yang ada selama ini. Selain itu juga dalam pengelolaan cagar biosfer ini pemerintah juga harus besinergi dengan pihak swasta dalam menjaga kelestariannya.“Jangan melihat negatifnya saja tetapi harus melihat juga posisi positifnya  pengelolaan cagar biosfer ini oleh pihak Sinar mas, terutama dalam perlindungan kualitas air yang ada dicagar biosfer ini,” ujarnya.Sementara itu Balu saah seorang peserta dari Malaysia yang merupakan wakil dari National Project Afaf melihat pengelolan gambut yang ada merupakan sebagai lahan yang ekonomis dimana Malaysi juga ada kawasan yang memilki lahan gambut dan untuk itu harus menjaga kelestariannya terutama dari dampak kebakaran.“Dalam pengelolaan gambut tidak boleh membakar  sama juga di Malaysia, akan tetapi perbedaannya di lokasi gambut penduduk tidak ramai sepertia yang ada dilokasi ini,” katanya.(WIN)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar

Berita

Pj Bupati Inhil Erisman Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan

Berita

Pj Bupati Inhil Tinjau Progres Pekerjaan Semenisasi Bersama Kadis Perkim

Berita

Kadis Diskominfo Pers Inhil Trio Beni Putra Raih Program Doktor di Bidang Ilmu Lingkungan Hidup

Berita

Presiden Tekankan Pembangunan Infrastruktur harus Ramah Lingkungan

Berita

Wapres Berharap Makin Banyak Perusahaan yang Jadi Agen Perubahan Lingkungan