RUPAT - Kondisi kebakaran hutan dan lahan Di dua titik yaitu desa Sukarjo mesin dan Sritanjung di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis akhirnya dapat terkendali pemadam kebakaran dari PT SRL (Perusahaan Sumatra Riang Lestari ) Blok IV Rupat, perusahaan yang bergerak di bidang sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) dikerahkan bersama anggota Polsek Rupat.Babinsa . pemerintah desa dan masyakat untuk memadamkan kebakaran yang hampir seminggu mulai hari Jumat tgl 9 - 14 Ferbuari 2018 . Saat ditemui salah humas PT SRL Pak Totok mengatakanPemadaman di desa Mesim luar tgl 09, 10 dan 13 Pebruari 2018.1. Personil : 20 org2. Peralatan : 1 unit mesin mini striker, 1 unit mesin mark-3, selang 25 roll, nozzle 3 unit, phantom 1 unit.3. Koordinat : N01.81154/E101.66999Sedangkan Pemadaman di desa Sri Tanjung luar konsesi tgl 13-14 Pebruari 2018.1. Personil : 20 org2. Peralatan : 2 unit mesin mini striker, 1 unit mesin mark-3, selang 35 roll, nozzle 4 unit, phantom 1 unit.3. Koordinat : N01.81697/E101.67785N01.82029/E101.67722N01.81887/E101.67600 .ungkapnya saat ditemui dilokasi kejadian Jumat 16 Ferbuari 2018Lanjutnya Totok mengatakan kondisi kebakaran hutan dan lahan saat ini sudah mulai terkendali dan terus siaga di lapangan guna mencegah munculnya kembali api Totok juga menambahkan agar kegiatan pemadaman bisa berlangsung efektif dan cepat, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak Penanggulangan Karhutla di kecamatan dan pemerintahan desa serta bantuan anggota Polsek Rupat dan Babinsa di desa''Tim pemandaman pihak perusahaan sudah diturunkan ke titik kebakaran sejak seminggu yang lalu untuk memperkuat tim pemadam dari perusahaan mitra (PT. SRL) dan info terbaru api saat ini sudah terkendali.Kebakaran yang melanda salah satu Pulau Terluar di pesisir Bengkalis di lahan kosong masyarakat degan jumlah 10 H ini berlangsung cukup cepat dan besar dikarenakan kondisi cuaca angin kencang dan banyaknya material seperti kayu sebagai bahan bakar terjadinya api. Selain medan yang cukup menyulitkan tim pemadam menuju lokasi titik api, ungkapnya''Semua sumber daya kita kerahkan, drone, pompa pemadam khusus, dan alat berat untuk mempercepat upaya pemadaman. Sebab kondisi angin kencang dan gambut dengan banyak pohon yang mudah terbakar menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh terkait aktif melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla," ujar Totok. (Budi)