Penelitian

Satu Bayi Milik Tiga Orang

- Rabu, 11 Juni 2014 08:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir062014/14024514310,,17150613_403,00.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Teknik bayi tabung dari "tiga orang tua" yang kontroversial ini, mulai mendapat lampu hijau di Inggris. Para penentu kebijakan mengatakan, prosedur tersebut "sepertinya tidak berbahaya".

Walau belum ada manusia yang mencoba prosedur bayi tabung dari DNA tiga manusia ini, pembuat kebijakan bidang reproduksi di Inggris mengatakan teknik tersebut sepertinya aman. Kesimpulan ini berdasarkan tes laboratorium dan eksperimen dengan hewan.

"Hingga ada bayi sehat yang dilahirkan, kami tidak bisa mengatakan 100 persen, bahwa teknik ini aman," kata Dr. Andy Greenfield ketua panel yang menyusun laporan tersebut.

Teknik ini bertujuan untuk mencegah para ibu meneruskan penyakit genetika yang berpotensi fatal kepada bayinya dan mengubah sel telur atau embrio sebelum mentransfernya ke rahim sang ibu.

Inggris yang pertama

Metode ini baru diijinkan untuk penelitian laboratorium. Tetapi departemen kesehatan Inggris mengatakan, ada harapan undang-undang baru yang mengijinkan teknik ini bagi pasien akan diberlakukan akhir tahun ini.

Jika disetujui, Inggris akan menjadi negara pertama di dunia yang mengijinkan embrio untuk dimodifikasi secara genetika dengan teknik ini. Namun banyak kritik yang menganggap penelitian tersebut sebagai tidak etis dan memperingatkan akan bahaya yang belum diketahui.

Marcy Darnovsky dari Center for Genetics and Society di Amerika Serikat berpendapat, embrio yang diciptakan dengan cara tersebut bisa "menggoda" peneliti dan orang tua untuk menggunakan teknik yang sama untuk memperoleh designer baby atau bayi sesuai pesanan.

Metode ini rencananya akan diterapkan pada belasan perempuan Inggris setiap tahun, jika undang-undang baru diloloskan. Para perempuan tersebut, khususnya mengalami kelainan pada mitokondria, organ tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup.

Kelainan pada kode genetika mitokondria bisa menyebabkan penyakit seperti distrofi muskular, masalah jantung dan retardasi mental.

Gen dari tiga orang

Teknik ini memindahkan DNA nukleus dari sel telur seorang calon ibu dan memasukkannya ke dalam sel telur donor, yang tidak lagi memiliki DNA nukleus. Ini bisa dilakukan sebelum atau sesudah pembuahan.

Jadi embrio yang dihasilkan adalah kombinasi dari DNA nukleus kedua orang tuanya dan DNA mitokondrial sang donor. Para ilmuwan mengatakan, DNA dari sel telur donor jumlahnya kurang dari 1 persen dari gen embrio tersebut.

Namun, perubahan ini akan diteruskan kepada generasi berikutnya. Ini modifikasi genetika besar-besaran yang sulit untuk didukung banyak ilmuwan dan pakar etika.

Awal tahun ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bertemu untuk membicarakan teknik tersebut dan para peneliti memperingatkan akan butuh puluhan tahun untuk menentukan apakah metode ini benar-benar aman.

vlz/hp (ap, rtr)

 editor yes

Berita Terkait

Artikel

Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Artikel

Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Artikel

PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan

Artikel

HUT Bhayangkara ke-80, Polsek KSKP Tembilahan Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Turnamen Domino

Artikel

Kapolsek Kemuning Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80

Artikel

Finalis Bujang Dara Indragiri Hilir (Inhil) Tahun 2026, menyambangi Dewan Kerajinan Nasional Daerah