BENGKALIS, PESISIRNEWS.com-Perdagangan bebas masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015 mulai berlaku akibatnya pelaku usaha  Industri Kecil Menengah (IKM) dituntut memiliki daya saing, baik dari sisi kualitas maupun kemasan.dimana semua produk-produk negara di rantau ini bebas masuk.sudah siapkah pelaku usaha.
Dalam rangka menyiapkan hasil produksi usaha industri kecil dan menengah terutama kualitas produksi memiliki daya saing tersebut, Dinas Perindusrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis menggelar Bimbingan Teknis dan Pembinaan  Proses Produksi serta Manajemen Kualitas bagi Pelaku Usaha IKM yang ada di Negeri Junjungan. Dari kegiatan ini diharapkan para pelaku IKM bisa berkreasi dalam meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan.
�Petumbuhan IKM tidak terlepas dari komitmen pemerintah dan dunia usaha. Perkembangan IKM yang secara sehat akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang baik,� ujar Kepala Disperindag Bengkalis diwakili Sekretaris, Alfakhrurrazy di Hotel Pantai Marina, Senin (9/6/2014).
Dipaparkannya di Kabupaten Bengkalis terdapat  4.800 IKM yang menghasilkan berbagai produk, terutama makanan dan minuman. Persoalan yang dihadapi selama ini adalah masalah mutu, disain dan sertfifikasi produk yang dihasilkan.�Bimtek ini merupakan salah upaya untuk meningkat kualitas produk yang memiliki daya saing. Minuman dan makanan yang diproduksi harus sesuai standarisasi, seperti halal dan bahan baku yang baik dan berkualitas,� ujar Razy.
Razy berpesan kepada pelaku IKM untuk selalu mempertahankan kualitas produk, seperti citra rasa harus standar jangan jangan dikurangi. Kemudian kemasan lebih ditingkatkan sehingga lebih menarik pembeli. Jangan karena  mengejar kuantitas, mutu atau kualitas diabaikan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Bimtek, Andi Ista dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 24 pelaku IKM yang berasal dari 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.
�Masing-masing kecamatan mengirimkan 3 pelaku IKM untuk mengikuti Bimtek ini,� ujar Andi.(yee)