Perlukah verifikasi di semua wilayah perbatasan?

- Minggu, 01 Juni 2014 23:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir062014/1401555861140309065909_tni_al_304x171_afp.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Verifikasi perbatasan dilakukan menyusul pembangunan mercusuar.

Upaya Indonesia untuk melakukan verifikasi batas wilayah dengan Malaysiaakan dilakukan mulai bulan Juni menyusul pembangunan mercusuar di wilayahsengketa Tanjung Datuk, Kalimantan Barat.

Kesepakatan ini diambil pekan ini menyusul pertemuan kedua belah pihak.

Isu perbatasan ini berawal dari laporan TNI Angkatan Laut kepadaKementerian Luar Negeri terkait pembangunan tiang pancang rambu suar olehMalaysia.

Selain verifikasi, kedua negara juga sepakat untuk tidak menimbulkanketegangan baru terkait masalah perbatasan.

"Kita sudah tahu batas wilayah kita di titik tertentu di Tanjung Datukdan Malaysia menganggap itu wilayah mereka dan jadilah wilayah dispute, wilayahabu-abu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya.

"Kita sudah tahu batas wilayah kita di titik tertentu di Tanjung Datukdan Malaysia menganggap itu wilayah mereka dan jadilah wilayah dispute, wilayahabu-abu"

Fuad Basya

"Itu lah yang akan dilihat berdasarkan aturan atau hukum yang berlakuselama ini dan kita lihat peta Inggris dan Belanda tahun 1891 dimana bataswilayah itu," kata Fuad lagi.

Selain verifikasi wilayah, hasil pertemuan kedua belah pihak menetapkanMalaysia harus menghentikan semua pembangunan di daerah yang dimaksud.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Pertahanan BantartoBandoro mengatakan Indonesia cenderung lamban dalam merespon sengketaperbatasan.

"Kalau kita lihat statistiknya banyak sekali entah itu Ambalat,Sipadan Ligitan, sampai Tanjung Datuk. Indonesia kurang alert, inilah yangmembuat Malaysia merasa bahwa mereka bisa berbuat apa saja, katena toh tidakada tindakan-tindakan kongkrit," kata Bantarto.

Apakah Indonesia lambat dalam merespon isu perbatasan seperti kataBantarto?

"Indonesia kurang alert, inilah yang membuat Malaysia merasa bahwamereka bisa berbuat apa saja, katena toh tidak ada tindakan-tindakan kongkrit"

Bantarto Bandoro

Dan apakah verifikasi perbatasan untuk semua wilayah sengketa tanpa harusmenunggu ada kejadian lagi?

Seberapa penting verifikasi ini untuk menjaga kedaulatan negara?

Tulis komentar Anda di kolom yang disediakan, dan jangan lupa nama sertakota asal Anda.

Anda yang bersedia dikontak BBC - bagi pendapat yang terpilih- jangan lupatinggalkan nomor kontak Anda, yang tentunya akan kami rahasiakan.

Pendapat terpilih akan kami siarkan dalam Forum BBC pada Kamis (04/06)siaran pukul 18:00 WIB.BBC Indonesia

Berita Terkait

Artikel

Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Artikel

Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Artikel

PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan

Artikel

HUT Bhayangkara ke-80, Polsek KSKP Tembilahan Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Turnamen Domino

Artikel

Kapolsek Kemuning Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80

Artikel

Finalis Bujang Dara Indragiri Hilir (Inhil) Tahun 2026, menyambangi Dewan Kerajinan Nasional Daerah