Bisa “Gawat” Masih Percaya Benda Keramat

- Sabtu, 28 November 2015 06:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112015/pesisirnews_Bisa--Gawat--Masih-Percaya-Benda-Keramat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi.
Jimat.
PESISIRNEW.COM - Mungkin ada yang masih percaya dengan “benda keramat”, misalnya cincin keramat, keris keramat atau apa-apa deh yang ada “keramatnya-Entah itu percaya punya kekuatan ghaib, atau bisa bawa keberuntungan, atau kalau tidak diperlakukan dengan baik atau melanggar sesuatu terkait benda tersebut maka akan “kualat”-Kalau masih percaya seperti ini, berarti SANGAT BERTENTANGAN dengan TAUHID, bahkan bisa mengarah ke arah kesyirikan yang merupakan larangan terbesar dalam agama-Orang yang punya akal pasti tidak percaya yang seperti ini, benda punya kekuatan tertentu, misalnya pakai cincin keramat dagangan bisa laris, ini tentu salah-Kalau ada cincin, ya itu cincin biasa, walaupun dikasi embel-embel “keramat”, tidak bisa membawa keberuntungan atau bukan penyebab “kualat” kalau kita apa-apakan-Yang punya kekuasaan, memberikan keberuntungan dan tidaknya, hanyalah Allah-Dalam pelajaran TAUHID, sebab itu ada dua:1. Sebab Kauniy2. Sebab Sebab syar’i-Kalau sebab kauniy, ini adalah hukum sebab-akibat alam atau memang ada penelitian bahwa itu adalah sebabnyamisalnya:1. Api kalau kena air ya padam, kertas kena api terbakar dengan mudah2. magnet yang berbeda kutub akan saling menolak (penelitian)-Kalau sebab syar’i yaitu sebab yang ditentukan oleh syariat menjadi penyebab sesuatu, meskipun bukan penyebab secara kauniymisalnya: Jika ingin dipanjangkan umur (berkah) dan dimudahkan rezeki maka silaturahmi (silaturahmi penyebab mudah rezeki)-Nah kalau “cincin keramat bisa lariskan dagangan” itu masuk yang mana ya? Sebab kauniy bukan apalagi sebab syar’i-Cincin itu cincin biasa saja, ayolah, kita manusia diberi kecerdasan, cincin dibuat untuk manusia dan dimanfaatkan, gak perlu diperlakukan khusus sampai-sampai manusia takut kualat dengan cincin. Masa’ manusia yang “dimanfaatkan” cincin-Begitu juga dengan benda keramat yang lainnya, percaya mereka punya kekuatan membawa keberuntungan ini bisa menjadi syirik lho-Oke, mulai sekarang benda-benda keramat diperlakukan seperti biasa dan untuk dimanfaatkan oleh manusia, kalau ada pisau yang katanya keramat, pakai aja di dapur seperti pisau lainnya-Kan ada Allah, tempat meminta keberuntungan, keselamatan dan meminta segala kebaikan karena Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan-Ayo semangat belajar TAUHID dan mendakwahkannya.Cari artikel bermamfaat lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINIPenulis : Raehanul BahraenSumber: Muslimafiyah.comEditor   : Abu Hanifah


Tag:

Berita Terkait