Rambut Rontok Wanita Termasuk Aurat?

- Minggu, 22 November 2015 06:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112015/pesisirnews_Rambut-Rontok-Wanita-Termasuk-Aurat-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi.
Sisir rambut.
PESISIRNEWS.COM - Bagian dari sunah, mengubur semua bagian yang terpisah dari jasad manusia, seperti kuku, rambut, atau kulit. Sebagai bentuk memuliakan manusia. Kecuali kotoran. Kemudian perlu diketahui bahwa anggota badan yang wajib ditutupi ketika belum lepas, dia wajib ditutupi setelah lepas.Apakah rambut rontok wanita termasuk aurat?Ada kaidah terkait anggoda badan manusia. Kaidah itu menyatakan,ما وجب ستره قبل الانفصال، يجب ستره بعد الانفصال"Anggota badan yang wajib ditutupi sebelum lepas dari badan, dia wajib ditutupi setelah lepas dari badan".Kaidah ini disebutkan oleh Dr Ahmad al-Hajji (anggota Majlis Ulama Kuwait dan dewan pengawas Ensiklopedi Fiqh Kuwait) ketika beliau ditanya tentang hukum rambut rontok bagi wanita.Diantara dalil yang menguatkan kaidah ini, status manusia setelah meninggal, sama dengan statusnya ketika masih hidup. Karena itu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut dosa mematahkan tulang mayit sama dengan dosa mematahkan tulang ketika dia hidup. Beliau bersabda,كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا"Mematahkan tulang mayit sama dengan mematahan tulangnya ketika masih hidup. (HR. Abu Daud 3207, Ibn Majah 1617 dan dishahihkan an-Nawawi).Bagaimana Cara Penanganan yang Tepat?Dr Ahmad al-Hajji menjelaskan,من السنة دفن كل جزء ينفصل عن الآدمي، ومن ذلك الأظفار والشعر والجلد، تكريما له سوى الأقذار. مع العلم أن ما وجب ستره قبل الانفصال، يجب ستره بعد الانفصال، كشعر المرأة فهو عورة قبل فصله عن جسدها وبعده، ولهذا يجب ستره عن الأجانب بعد فصله عنها، كما هو الحال قبل فصله، فلا بد من مراعاة ذلك.“Bagian dari sunah, mengubur semua bagian yang terpisah dari jasad manusia, seperti kuku, rambut, atau kulit. Sebagai bentuk memuliakan manusia. Kecuali kotoran. Kemudian perlu diketahui bahwa anggota badan yang wajib ditutupi ketika belum lepas, dia wajib ditutupi setelah lepas.Sebagai contoh, rambut wanita. Sebelum lepas dari kepala pemiliknya, termasuk aurat. Demikian pula setelah lepas dari pemiliknya. Karena itu, ketika rontok atau dipotong, harus dijauhkan dari pandangan lelaki yang bukan mahram. Sebagaimana ketika belum dipotong. Harus diperhatikan hal ini". Allahu a’lam.Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINIPenulis: Ustadz Ammi Nur BaitsSumber: Muslimah.or.idEditor: Abu Hanifah


Tag:

Berita Terkait

Artikel

Rambut Anda Rontok? Atasi dengan Mengonsumsi 8 Makanan Berikut Ini

Artikel

Jokowi Berikan Tanggapan Soal Ramainya Perbincangan Pemimpin "Rambut Putih"

Artikel

Pria Berkulit Putih Lebih Cepat Botak dan Sakit

Artikel

Ternyata Sampo Campur Kondisioner Merusak Rambut

Artikel

Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah

Artikel

Bolehkah Tato Rambut, Cukur Gaya Jahiliyah