Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu

- Senin, 05 Oktober 2015 06:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102015/pesisirnews_Sahabat-Abu-Hurairah--radhiallahu--anhu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Internet
PESISIRNEWS.COM - Mengisahkan: pada suatu hariNabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kuburan,lalu beliau mengucapkan salam: ﺎَّﻧِﺇَﻭ ،َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻣ ٍﻡْﻮَﻗ َﺭﺍَﺩ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ُﻡﺎَﻠَّﺴﻟﺍ َﻥﻮُﻘِﺣﺎَﻟ ْﻢُﻜِﺑ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَSemoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan darikaum mukminin, dan kamiinsya Allah pasti akanmenyusul kalian". Selanjutnya beliau bersabda:"aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku". Mendengar ucapan ini, parasahabat keheranan, sehingga mereka bertanya:"bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?"Rasulullah menjawab : ﺍﻮُﺗْﺄَﻳ ْﻢَﻟ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻨُﻧﺍَﻮْﺧِﺇَﻭ ﻲِﺑﺎَﺤْﺻَﺃ ْﻢُﺘْﻧَﺃ ُﺪْﻌَﺑ "Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak".Kembali para sahabat bertanya:"wahaiRasulullah,bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?". Beliau menjawab: ٌﺔَﻠَّﺠَﺤُﻣ ٌّﺮُﻏ ٌﻞْﻴَﺧ ُﻪَﻟ ﺎًﻠُﺟَﺭ َّﻥَﺃ ْﻮَﻟ َﺖْﻳَﺃَﺭَﺃ ُﻑِﺮْﻌَﻳ ﺎَﻟَﺃ ٍﻢْﻬُﺑ ٍﻢْﻫُﺩ ٍﻞْﻴَﺧ ْﻱَﺮْﻬَﻇ َﻦْﻴَﺑ ُﻪَﻠْﻴَﺧ "Menurut pendapat kalian,andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam,tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?"Para sahabat menjawab:"tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya"Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda: َﻦِﻣ َﻦﻴِﻠَّﺠَﺤُﻣ ﺍًّﺮُﻏ َﻥﻮُﺗْﺄَﻳ ْﻢُﻬَّﻧِﺈَﻓ ِﺽْﻮَﺤْﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ْﻢُﻬُﻃَﺮَﻓ ﺎَﻧَﺃَﻭ ،ِﺀﻮُﺿُﻮْﻟﺍ ُﺩﺍَﺬُﻳ ﺎَﻤَﻛ ﻲِﺿْﻮَﺣ ْﻦَﻋ ٌﻝﺎَﺟِﺭ َّﻥَﺩﺍَﺬُﻴَﻟ ﺎَﻟَﺃ ُّﻝﺎَّﻀﻟﺍ ُﺮﻴِﻌَﺒْﻟﺍ "Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia". Aku akan menanti ummatku dipinggir telagaku di alam mahsyar.Dan ketahuilah bahwa akan ada dari ummatku yang diusir oleh Malaikat, sebagaimana seekor onta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga ia pun diusir.Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka:"kemarilah". Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata: َﻙَﺪْﻌَﺑ ﺍﻮُﻟَّﺪَﺑ ْﺪَﻗ ْﻢُﻬَّﻧِﺇ :ُﻝﺎَﻘُﻴَﻓ "sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu"Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah)berkata : ﻱِﺪْﻌَﺑ َﻝَّﺪَﺑ ْﻦَﻤِﻟ ﺎًﻘْﺤُﺳ ﺎًﻘْﺤُﺳ "menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku" (diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim). Anda tidak ingin bernasib seperti mereka? Tentu jawabannya: tidak. Karena itu, mari kita menjaga kemurnian ajaran beliau dan mengamalkannya dengan seutuhnya tanpa ditambaha tau dikurangi. Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mendapat syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihiwa sallam pada hari kiyamat kelak. (rio)Oleh: Abu HANIFAHDari berbagai sumber


Tag:

Berita Terkait

Artikel

'Teman Makan Teman': Istri Sahabat Sendiri Disetubuhi Paksa, Korban Diancam Pakai Badik

Artikel

Mengenal Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq Rodhyiallohu ‘anhu