Kisah Remy Chua yang Mengungkap Kasus Pembunuhan dari Informasi Roh Korban

- Kamis, 02 Februari 2023 13:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022023/_4295_Kisah-Remy-Chua-yang-Mengungkap-Kasus-Pembunuhan-dari-Informasi-Roh-Korban.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Remy Chua (kiri) dan Alan Showery, terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Teresita Basa di tahun 1977. (Foto via historicmysteries.com)

(Pesisirnews.com) - Pada tahun 1977, seorang terapis pernapasan di Chicago bernama Teresita Basa, ditemukan terbunuh di apartemennya.

Dia ditemukan di bawah kasur yang terbakar dengan pisau daging yang menancap di dadanya.

Polisi berusaha melacak perhiasannya yang dicuri tetapi tak berhasil. Mereka juga gagal dalam mencoba menghubungkan salah satu tersangka dengan kejahatan tersebut.

Tampaknya mustahil untuk menemukan pelakunya, sampai seorang wanita bernama Remy Chua, yang merupakan rekan kerja korban tanpa sadar menjadi sumber informasi utama yang menguak penyebab kematian Basa.

Terungkapnya kasus pembunuhan pada waktu itu bermula dari klaim Chua yang mengaku sering mendapat 'penglihatan' tentang Basa.

Penglihatan itu dimulai di ruang ganti pekerjaannya, di mana dia mengaku melihat wajah seorang pria di belakang Basa saat pembunuhan terjadi.

Penglihatan buruk itu terus berulang dialami Chua, hingga dia mulai menyalurkan semangat Basa saat bercakap-cakap dengan suaminya.

Chua menceritakan kepada suaminya seluruh kisah pembunuhan Basa. Dia menyebut seorang petugas di rumah sakit bernama Alan Showery sedang membantu Basa dengan televisinya ketika dia menyerangnya.

Pria itu kemudian membunuh Basa dan membakar kasurnya.Chua juga mengaku kalau roh Basa bahkan mampu memberikan detail tentang apa yang terjadi pada perhiasannya, yang diberikan si pembunuh kepada istri dari ipar Showery.

Mendengar cerita sang istri, suaminya menyarankan agar dia memberikan rincian ini kepada polisi.

[br]

Chua mengikuti saran suaminya dan melaporkan apa yang dia alami dan dia ketahui kepada polisi.

Polisi pada awalnya skeptis, karena laporan Chua berangkat dari hal yang bersifat magis, dan mustahil bisa diterima secara hukum.

Tetapi setelah melihat perhiasan Basa pada istri dari ipar Showery yang merupakan sepupu dari istrinya, polisi lantas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap Showery.

Dalam sidang pengadilan pria tersebut dinyatakan bersalah dan dia dihukum selama empat belas tahun penjara. Sayangnya, tidak ada cukup bukti untuk menghukumnya lebih lama.

Tapi apakah benar roh mendiang Basa yang menyampaikan siapa pelaku pembunuhnya kepada Chua?

Mungkinkah Chua mengetahui beberapa fakta dalam kasus tersebut dan menyamarkannya sebagai roh yang merasukinya?

Apa yang menyebabkan polisi dapat menemukan si pembunuh juga tidak ada penjelasan yang pasti.

Meski kasus ini telah dipecahkan, tetapi bagaimana penyelesaian terhadap kasus ini masih menjadi misteri hingga kini.

(PNC/historicmysteries.com)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Artikel

Pelayanan Haji dan Umrah Kini Hadir di MPP Inhil, Masyarakat Makin Mudah Berurusan

Artikel

Dugaan Pembunuhan di Kebun Sawit Desa Pancur, Satu Orang Ditemukan Tewas

Artikel

Pemkab. Inhil Sudah Laksanakan Keterbukaan Informasi Publik Sesuai Mekanisme

Artikel

Dua Pemuda Di Inhil Cek Cok Berujung Penikaman 1 Tewas Ditempat 1 Kritis

Artikel

Beri Rasa Aman dan Antisipasi C3, Satlantas Polres Rohil Gelar Blue Light Patroli

Artikel

Karang Taruna Basira Gelar Turnamen Voli Dewi Juliani CUP