PESISIRNEWS.COM - Menjadi petani merupakan profesi yang mulia karena makanan hasil tani yang dihasilkan dibutuhkan orang banyak. Meski menjadi petani, pria yang semasa hidupnya tinggal di Desa Dukuh Wringin, Slawi, Tegal, Jawa Tengah ini justru berhasil mengantarkan kesembilan anaknya menjadi abdi negara.Bukan sembarang, dari kesembilan putra putri tercintanya itu enam di antaranya sukses menjajaki pangkat sebagai Perwira Menengah di tubuh TNI dan Polri. Hal ini tak lepas dari perjuangan panjang yang ditempuhnya dengan penuh kegigihan dan keikhlasan hati.Ada pesan yang terus diingat oleh sang putra bungsunya hingga menjadi motivasi tersendiri untuk menapaki kehidupan. Seperti apa kisahnya? Berikut ulasan selengkapnya.Ayah Ibu Tak Lulus SDKisah inspiratif kali ini datang dari keluarga Kolonel H. Yudi Pratikno yang kini mengabdi di tubuh TNI AU. Perwira TNI ini memiliki delapan kakak kandung yang juga sukses menjadi punggawa Ibu Pertiwi.Bukan berasal dari keluarga berada, orangtua dari Kolonel Yudi justru diketahui tak mampu menamatkan pendidikan dasarnya di masa lampau.[adsense]"Bapak saya lulus SD pun enggak, bang. Jadi bapak ibu lulus Sekolah Rakyat pun enggak. Tapi alhamdulillah membaca, menulis itu masih bisa gitu loh. Tapi tidak ada ijazah. Kalau zaman dulu paling cuma sampai kelas 3 SD," cerita Kolonel Yudi dalam kanal YouTube Edward Sitorus Papua Channel (9/4).[br]Ayah Jadi Petani SederhanaLatarbelakang pendidikan yang tak seberapa, membuat orangtua Kolonel Yudi rela hanya menggantungkan hidup sebagai petani biasa. Kini, perjuangan ayahanda terpaksa berhenti usai dipanggil Sang Pencipta pada tahun 2010 silam."Bapak masih ada atau sudah almarhum, bapak ibu?" tanya sang presenter."Bapak sudah almarhum," jawabnya."Dulunya beliau petani?" tanyanya kembali."Dulunya petani saja, bang," balasnya.9 Anak Jadi Abdi NegaraEnam dari sembilan orang putra-putri pasangan petani sederhana Alm H. Muadi Ali dan Hj. Siti Aisyah diketahui berhasil menyabet pangkat sebagai Perwira Menengah TNI/Polri. Empat di antaranya yakni berpangkat Kolonel/Kombes, sementara itu satu orang Kowad berpangkat Letkol, serta satu orang berpangkat Kompol.Tak hanya bergelut di tubuh militer dan Korps Bahayangkara, 3 putri dari seorang petani tersebut pun juga berhasil menjadi abdi negara sebagai guru dan ASN TNI."Alhamdulillah dari 9 itu, 6 Perwira Menengah TNI Darat, Laut, Udara, Polisi. 1 PNS TNI. Ya jadi panglima TNI bapak saya mbak. Iya kan? Hehe," paparnya.Kesembilan anggota keluarganya itu yakni Kolonel Chb H.Karyo Muadi (TNI AD), Alm Herningsih (Guru), Letkol Kowad Hj. Herningrum (TNI AD), Kompol H.Hartoto (Polri), Kombes H.Herdi Pujiono (Polri), H. Muhammad Muhtadi (PNS TNI), Hj. Siti Nurfatikha (Guru), Kolonel H.Agus Setiawan (TNI AL) dan Kolonel H. Yudi Pratikno (TNI AU).[adsense]Masa Kecil Penuh PerjuanganBukan perkara instan mendapatkan kesuksesan hidup secara bersama-sama di masa kini. Semasa kanak-kanak, kesembilan putra-putri almarhum Muadi Ali telah dididik menjadi pribadi yang baik.[br]"Dulu apa yang diajarkan sama bapak ya khususnya, padahal bapak itu seorang petani tapi kok anak-anaknya banyak banget yang jadi tentara, jadi abdi negara gitu. Apa pak tips nya dari orang tua sendiri?" tanya sang presenter kembali."Tips nya normality saja, mbak. Jalan apa adanya saja, jadi dulu kami turun temurun bawa ransel, bawanya semprotan hama itu bang. Ketika Candra di Magelang itu sudah enteng, bang," ucapnya.Jadi Abdi Negara Menyusul Kakak PertamaSang kakak pertama yang telah lebih dulu menapaki karier militer rupanya membuat saudara-saudaranya turut bermimpi sama. Keberhasilan dari kesembilan putra-putri Jawa Tengah itu disebut tak luput dari perjuangan sang sulung yang dianggap sebagai pembawa obor."Tapi bisa bersembilannya ini bercita-cita jadi TNI-Polri, karena ikut-ikutan kakak di atas atau memang arahan dari ayah almarhum atau gimana ini kira-kira?" tanya sang presenter.[adsense]"Yang jelas, rata-rata ikut kakaknya. Makanya kakak pertama yang dari Akmil itu disebut ayah saya sebagai obor, bang," paparnya.Pesan OrangtuaMeski kini sukses menjadi perwira TNI AU, namun ada satu pesan dari ayahanda yang akan terus membekas di ingatan sebagai motivasi. Pesan dari ayah Kolonel Yudi tersebut adalah untuk tak lupa selalu menjadi insan yang senantiasa berbagi dan berguna bagi orang lain."Satu bang pesannya bang, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya," tuturnya.[merdeka)