Misteri Waktu, Akankah Waktu Berakhir?

- Rabu, 17 Maret 2021 10:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir032021/_4208_Misteri-Waktu--Akankah-Waktu-Berakhir-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Garis waktu alam semesta. (Kredit Gambar: Alex Mittelmann, Coldcreation / wikimedia)

Pesisirnews.com - Thomas Kitching, Dosen Astrofisika, UCL di portal sains universal-sci.com menulis bahwa sudah lama para ilmuwan, termasuk Albert Einstein, mengira bahwa alam semesta itu statis dan tak terbatas.

Namun pengamatan selanjutnya menunjukkan bahwa alam semesta sebenarnya berkembang, dan pada kecepatan yang semakin cepat.

Ini berarti bahwa alam semesta berasal dari keadaan yang lebih padat, kemudian meledak. Ledakan itu dinamakan sebagai Ledakan Besar (Big Bang).

Big Bang menyiratkan bahwa waktu memang memiliki permulaan. Big Bang juga menjadi dasar bagi para ilmuwan dalam menentukan usia alam semesta.

Faktanya, jika kita mencari cahaya yang cukup tua, kita bahkan dapat melihat radiasi relik dari Big Bang berlatar belakang gelombang mikro kosmik.

Namun beberapa peneliti berpendapat bahwa Big Bang bahkan mungkin bukan permulaan terjadinya waktu.

Mungkin sebenarnya ada “ alam semesta paralel” di mana waktu berjalan ke arah yang berbeda.

Kapan Waktu Bemula?

Kemungkinan besar waktu dimulai selama Big Bang. Tapi ada satu pertanyaan yang mengganggu, apa sebenarnya waktu?

Teori relativitas khusus Einstein, menunjukkan bahwa waktu adalah relatif. Jadi di alam semesta kita yang terdiri dari galaksi-galaksi yang mengembang, bintang-bintang yang berputar, dan planet-planet yang berputar-putar, pengalaman waktu-nya bervariasi: segala sesuatu di masa lalu, sekarang, dan masa depan adalah relatif.

Karena alam semesta rata-rata sama di mana-mana, dan rata-rata terlihat sama di segala arah, maka memang ada "waktu kosmik".

Untuk mengetahui kapan waktu bermula, para ahli kosmologi mengukurnya menggunakan properti dari latar belakang gelombang mikro kosmik.

Dari sana ahli kosmologi menentukan usia alam semesta berumur 13,799 miliar tahun.

[br]

Panah Waktu

Waktu sering diibaratkan seperti anak panah yang dilepas dari busur. Ia akan bergerak maju dan tidak akan kembali.

Demikian pula dengan panah waktu. Dalam dimensi ruang, Anda bisa bergerak maju dan mundur. Tetapi waktu berbeda, ia selalu bergerak maju, tidak pernah mundur.

Mengapa dimensi waktu tidak bisa diubah? Pertanyaan ini adalah salah satu masalah utama yang belum terpecahkan dalam fisika.

Untuk menjelaskan mengapa waktu itu sendiri tidak dapat diubah, kita perlu menemukan proses di alam yang juga tidak dapat diubah.

Salah satu dari sedikit konsep seperti itu dalam fisika (dan kehidupan) adalah bahwa segala sesuatunya cenderung menjadi kurang “rapi” seiring berjalannya waktu.

Deskripsi ini menggunakan properti fisik yang disebut entropi yang menyandikan cara memesan sesuatu.

Sebagai contoh, bayangkan sekotak gas di mana semua partikel awalnya ditempatkan di satu sudut (keadaan teratur).

Seiring waktu mereka secara alami akan berusaha untuk mengisi seluruh kotak (keadaan tidak teratur), dan untuk mengembalikan partikel ke keadaan teratur akan membutuhkan energi.

Ini tidak bisa diubah. Ini seperti memecahkan telur untuk membuat telur dadar, setelah itu menyebar dan mengisi wajan, ia tidak akan pernah kembali menjadi berbentuk telur. Sama dengan alam semesta: saat ia berevolusi, keseluruhan entropi meningkat.

[br]

Akankah Waktu Berakhir?

Waktu memiliki permulaan tetapi apakah akan berakhir tergantung pada sifat energi gelap yang menyebabkannya berkembang dengan kecepatan yang semakin cepat.

Laju ekspansi ini pada akhirnya dapat merobek alam semesta, memaksanya untuk berakhir dengan ‘kematian’.

Alternatif lain yang membuat waktu berakhir karena energi gelap bisa ‘membusuk’, membalikkan Big Bang dan mengakhiri semesta dalam Big Crunch (krisis besar); atau semesta mungkin berkembang selamanya.

Apakah skenario di atas dapat menggambarkan berakhirnya waktu?

Menurut aturan mekanika kuantum, partikel acak kecil dapat sesaat keluar dari ruang hampa - sesuatu yang terlihat terus-menerus dalam eksperimen fisika partikel.

Beberapa ahli berpendapat bahwa energi gelap dapat menyebabkan "fluktuasi kuantum" semacam itu sehingga menimbulkan Big Bang baru, mengakhiri garis waktu kita dan memulai waktu yang baru.

Meskipun ini sangat spekulatif dan sangat tidak mungkin, apa yang kita tahu adalah bahwa hanya ketika kita memahami energi gelap kita akan mengetahui nasib alam semesta.

Jadi apa hasil yang paling mungkin yang akan terjadi pada alam semesta di masa depan?

Hanya waktu yang akan memberitahu.***

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Artikel

Dentuman Misterius Terdengar di Gunungkidul, Warga Diminta Waspada dan Hati-hati Info Hoaks

Artikel

Mengejutkan! Jumlah Pengikut Facebook di Laman Pengguna Turun secara Misterius

Artikel

Ditemukan 4 Kasus Diduga Hepatitis Misterius, Kemenkes Segera Lakukan Investigasi

Artikel

Artefak Aiud, Benda Logam yang Hingga Kini Masih Menjadi Misteri

Artikel

Memilih Waktu Terbaik dan Jenis Olahraga yang Tepat Dilakukan saat Puasa Ramadan

Artikel

Cabor Wushu Berakhir, Ketum PB Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga Hartarto Kalungkan Medali di Babak Final