Pesisirnews.com - Proses pemilihan presiden (Pilpres) di Amerika Serikat (AS) yang berlangsung kemarin, Selasa (3/11/2020, kini tengah memasuki tahap penghitungan suara.
Tidak hanya rakyat AS yang berdebar-debar menanti siapa pemenang dalam Pilpres AS, tetapi warga dunia pun menanti hasil perolehan suara terbanyak antara Donald Trump selaku presiden incumbent, atau Joe Biden dari Partai Demokrat karena peran AS masih mendominasi percaturan politik dunia dan perekonomian global.
Presiden Donald Trump pada Rabu (4/11/2020) pagi, mengatakan dia mengharapkan "kemenangan besar" dan menuduh Demokrat mencoba mencurisuara pemilih secara curang melalui pendistribusian surat suara dengan memanfaatkan situasi Covid-19.
Tudingan Trump dilontarkan setelah saingannya Biden memperkirakan bakal memperoleh kemenangan dari kantung-kantung suara yang pada Pilpres lalu dikuasai Trump.
"Kami naik BESAR, tetapi mereka mencoba MENCURI Pemilu," tulis Trump di Twitter beberapa saat setelah Biden mengatakan kepada pendukungnya bahwa dia optimis untuk menang.
"Kami tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah Pemungutan Suara ditutup," kata Trump, yang berjanji untuk berbicara lebih banyak nanti.
[br]
Twitter, yang telah berjanji untuk bertindak melawan informasi palsu, dengan cepat menandai tweet Trump yang menuduh pencurian. Pasalnya, Presiden Trump telah lama menuduh tanpa bukti, bahwa surat suara yang masuk adalah cara untuk menipu dalam pemilihan.
Sedangkan Biden lebih terkesan santai menanggapi cuitan Trump di Twitter. Biden sebelumnya meminta para pendukungnya untuk bersabar hingga perhitungan hasil suara secara resmi diumumkan.
"Kami yakin kami berada di jalur yang tepat untuk memenangi pemilihan ini," kata Biden di negara bagian asalnya, Delaware.
"Bukan tempat saya atau tempat Donald Trump untuk mengatakan siapa yang memenangkan pemilihan ini hingga setiap sura selesai dihitung,†ujarnya.
Biden mengatakan dia yakin bisa memenangkan Arizona, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin, dimana semua negara bagianini dipegangoleh Trump pada Pilpres 2016.
Berdasarkan update data dari Associated Press (AP), jumlah suara yang telah dihitung hingga berita ini dirilis, Biden masih mengungguli Trump dengan perolehan 225 suara, sedangkan Trump memperoleh 213 suara.
Sumber: (rappler.com, AP)