Kisah Sang Penemu Pisau Silet yang Anti Kapitalis

- Selasa, 13 Oktober 2020 13:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir102020/_1181_Kisah-Sang-Penemu-Pisau-Silet-yang-Anti-Kapitalis.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bentuk awal pisau silet dan kertas pembungkus. (Kredit Foto: americanhistory)

Pesisirnews.com - Dari hasil penelitian ditemukan sebab mengapa laki-laki di masa lalu cenderung membiarkan rambut yang tumbuh di area wajahnya tumbuh lebat. Ternyata ada beberapa alasannya, yakni jenggot diyakini dapat melindungi wajah dalam pertempuran, sebagai penarik lawan jenis, berkaitan dengan kewibawaan dan keyakinan spiritual.

Baca juga:Hasil Penelitian Menjelaskan Mengapa Pria Berjenggot

Seiring perubahan zaman, sebagian pria tidak lagi memelihara jenggot dengan pertimbangannya masing-masing.

Sebelum alat cukur yang kita gunakan sekarang ini ditemukan, dahulu orang mencukur jenggot dengan menggunakan pisau cukur.

Namun ada masalah dalam penggunaan pisau cukur ini, dimana seringkali menimbulkan luka ketika digunakan. Selain itu, pisau cukur pada masanya tergolong mahal, harus sering diasah dan memakan banyak waktu ketika digunakan bercukur.

[br]

Bermula dari Ketidaksengajaan

Pisau cukur modern yang berkembang sekarang ini awalnya ditemukan secara tak sengaja oleh seorang pemuda Amerika Serikat bernama King C. Gillette (1855-1932) pada abad ke-19.

Gillette adalah seorang pedagang keliling dan musafir yang suka berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Dia naik hingga 3 kereta setiap hari dan menghabiskan beberapa malam ditempat tujuannya.

Bercukur adalah kebiasaan Gillette. Setiap hari usai bangun tidur, dia selalu bercukur. Namun seringkali dia terluka saat menghilangkan rambut dari wajahnya

Dari pengalaman itulah dia memutuskan untuk menciptakan alat cukur yang lebih efisien sekaligus bernilai bisnis.

Dalam mengembangkan bilah pisau cukurnya, Gillette terinspirasi oleh salah satu majikannya, William Painter, yang meraup kekayaannya dengan menciptakan tutup botol sekali pakai.

Painter menyarankan Gillette untuk menciptakan barang sekali pakai yang akan menciptakan aliran pelanggan yang kembali.

Pada tahun 1895, Gillette menemukan ide untuk pisau silet yang dapat dimasukkan ke dalam wadah dan diganti jika tumpul.

Setelah pencarian ekstensif, Gillette menemukan William Emery Nickerson, seorang insinyur terlatih MIT, untuk menghasilkan bilah baja tipis dan tajam yang dia inginkan.

Pada tahun 1901, dia mendirikan perusahaan bernama American Safety Razor Company, yang kemudian berganti nama menjadi Gillette Safety Razor Company.

Produksi dimulai pada tahun 1903, dengan Gillette diberikan hak patennya pada tanggal 15 November 1904.

Karena pisau cukur buatannya lebih praktis daripada pisau cukur konvensional, Pada tahun 1902 produknya sudah populer di hampir seluruh Eropa. Apalagi pisau cukur buatan Gillette dapat mengurangi terjadinya luka lebih dari 80%.

[br]

Anti Kapitalis

Meskipun banyak peniru, Perusahaan Gillette sukses, dan Gillette pensiun dari manajemen pada tahun 1913.

Terlepas dari kesuksesan ekonomi yang cukup besar di pasar yang kompetitif, Gillette tetap menjadi utopis anti-kapitalis dan pendukung setia rekayasa sosial.

Dia menulis dan mensubsidi buku, termasuk The Human Drift (1894,) Gillette's Industrial Solution (1908,) dan World Corporation (1910.)

Bisnis Gillette sempat runtuh karena kehancuran pasar saham di tahun 1929, namun Perusahaan Gillette masih ada sebagai anak perusahaan dari Proctor & Gamble Company.

Setelah lebih dari seabad, dan perkembangan alat cukur semakin canggih, tetapi pisau cukur dan model alat cukur buatan Gillette yang dimodifikasi masih banyak digunakan hingga kini.

Sumber: americanhistory

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Artikel

Wabup Inhil Hadiri Rilis Inflasi Daerah Juli 2026

Artikel

Wabup Inhil Ikuti Raker dan RDPU Komisi II DPR RI Secara Virtual

Artikel

Wabup Inhil Hadiri Paripurna DPRD, Bacakan Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi

Artikel

Wakil Bupati Inhil Yuliantini Pimpin Rapat Persiapan 17 Agustus

Artikel

Polres Inhil Evakuasi Penemuan Jenazah di Sungai Kubur, Hasil Pemeriksaan Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Artikel

Wabup Yuliantini Hadiri HUT ke-75 IBI, Ajak Bidan Perkuat Sinergi Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas di Inhil