KAMPAR, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah pusat mencatat ada ribuan sarjana baru setiap tahun yang masih kebingungan untuk mengembangkan usaha atau malah bekerja di perusahaan. Untuk diketahui, sesungguhnya ada banyak peluang untuk dapat berpenghasilan besar, bahkan saat duduk di bangku universitas, mahasiswa dapat menjalani usaha itu dengan penghasilan melebihi gaji dosen. Salah satu usaha potensial untuk membuat mahasiswa dan para sarjana tidak lagi pengangguran dan bahkan menjadi orang kaya adalah di bidang pertanian dan peternakan lewat Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE). Program ini telah dikembangkan Pemda Kampar, Riau, untuk merambah seluruh kalangan yang tulang rusuknya tidak panjang atau pemalas. "Itulah tujuan kami berkunjung ke lahan percontohan RTMPE ini," kata Mohammad Nurman, M, selaku Wakil Ketua Tiga Bidang Kemahasiswaan STIKes dan STIKep Tuanku Tambusai, Bangkinang, Sabtu (12/12). Ia mengatakan dengan mengunjungi program Pemda Kampar, maka wawasan para mahasiswa menjadi terbuka, salah satunya tentang bagaimana memperoleh penghasilan dengan menjalankan Program RTMPE. Nantinya, demikian Nurman, jika mahasiswa serius menjalankannya, maka tidak hanya mengharapkan uang atau biaya kuliah dari orang tua, namun juga mendapatkan pemasukan yang luar biasa, yakni Rp15 juta sampai Rp25 juta, melebihi gaji dosen. "Tujuan melihat langsung apa dan bagaimana pengelolaan RTMPE di Kubang Jaya, selain untuk menambah pengalaman buat mahasiswa, program ini juga mampu merangsang mahasiswa untuk berbuat mandiri dengan menghasilkan buat mereka sendiri," kata dia. Ketika itu, Nurman memimpin 120 mahasiswa dan mahasiswi STIKes dan STIKep yang mengunjungi lahan percontohan RTMPE di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu. Menurut dia, RTMPE potensial, dan mampu membuat petani menjadi sukses dan berpenghasilan tinggi, namun dengan cara sangat sederhana. "Dengan mengaplikasikan program ini, adalah salah satu cara menjadi sukses dan kaya," kata Nurman. "Saya juga memohon kepada bupati untuk dapat menerima beberapa mahasiswa untuk dididik dan delatihan di P4S. Program ini tentunya diharapkan tidak hanya dicontoh dan dijalankan oleh STIKes dan STIKep Bangkinang, namun juga oleh universitas lainnya yang ada di Riau," kata Nurman. Saat kunjungan mahasiswa itu, juga hadir Kasrem 031 Wirabima, Kolonel Czi I Nyoman Parwata SE MSi yang mengatakan bahwa RTMPE merupakan program yang potensial untuk meningkatkan ekonomi rakyat secara merata. "Inilah salah satu upaya Bupati Kampar untuk menyejahterakan masyarakatnya, dari pusat hingga daerah pemerintah dengan program jitu," katanya. Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan, petani di daerah bukan tidak mampu jadi kaya, namun mereka tidak memiliki ilmu bagaimana cara mengelola tanah dengan baik. "Makanya, dengan adanya pelatihan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya) ini, petani lebih berilmu dan mampu berbuat dengan ilmunya menjadi kaya dan berkecukupan," katanya. Ia menambahkan, dengan menggagas Program RTMPE, tidak hanya untuk menekan kemiskinan, namun juga menekan pengangguran. Program RTMPE adalah program berupa pengelolaan lahan hanya seluas 1.000 meter persegi namun sudah dapat untuk memenuhi kebutuhan tiap rumah tangga. Di dalam lahan seluas itu, masyarakat diajarkan untuk memelihara enam ekor sapi yang kemudian kotorannya diolah menjadi biogas, pupuk berat dan pupuk cair serta urinennya dijadikan bio urine. Melalui program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi, Pemerintah Kabupaten Kampar membimbing masyarakat memanfaatkan kotoran sapi jadi biogas dan air seninya jadi pupuk. "Biasanya masyarakat yang memelihara sapi hanya memanfaatkan dagingnya dan anak sapi dan limbahnya atau kotoran dan urinenya dibuang begitu saja. Program RTMPE ini malah yang dibuang itu menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat sedangkan sapi dan anaknya sebagai tabungan saja. Kita mencoba mengubah pola pikir para petani menjadi petani yang kreatif dan mempunyai semangat dalam memanfaatkan kotoran sapi untuk mengolahnya menjadi biogas sebagai pengganti gas elpiji 3 kg dan listrik. IIni lebih meringankan beban ekonomi keluarga khususnya masyarakat peternak dan petani," kata Jefry Noer. (LA)