PESISIRNEWS.com - Dalam berbagai kesempatan, Joko Widodo (Jokowi) sering terlihat mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung dan celana panjang warna hitam. Hal ini menjadi busana khas Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dan saat kampanye pemilihan presiden 2014-2019 lalu. Setelah dilantik menjadi Presiden RI yang ke-7, selama beberapa hari ternyata busana seperti itu masih sering dikenakannya. Bedanya, lengan kemeja putihnya tidak digulung.
Bukan tanpa sebab Jokowi memilih busana kemeja putih dan celana hitam. Dalam suatu kesempatan ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi menjelaskan makna dibalik busana putih hitamnya itu. "Pakai kemeja putih dan celana hitam karena lebih mencerminkan kepribadian. Saya ingin menjadi diri sendiri," katanya.
Dalam dunia warna, warna putih banyak mengandung arti sebagai kesederhanaan, kejujuran, kesucian, perdamaian dan banyak hal baik lainnya. Sedangkan warna hitam memiliki makna sebagai ketenangan, kegarangan dan merupakan hasil dari penyatuan semua warna.
Dalam budaya masyarakat Hindu-Bali, corak kain putih dan hitam yang diwakili motif kotak-kotak berwarna hitam dan putih memiliki fungsi dan makna yang istimewa. Kain yang disebut saput poleng itu adalah bermakna filosofis sebuah keselarasan, atas-bawah dan suka duka.
Sementara itu, di dunia kerja, busana kemeja putih dengan bawahan hitam, identik dengan karyawan dan karyawati yang sedang magang atau sebagai pegawai baru yang sedang menjalani pelatihan. Namun dalam dunia mode, paduan busana putih dan hitam adalah paduan busana elegan dan klasik yang biasanya digunakan untuk acara-acara formal dan sosialita.
Beberapa presiden dan pemimpin negara di dunia, umumnya memiliki penasihat busana. Hal ini dikarenakan, setiap elemen warna yang dikenakan presiden bisa memberikan pesan dan makna tertentu bagi yang melihatnya. Akankah Presiden Jokowi segera memilih dan menunjuk seorang penasihat busana? Atau tetap tampil “apa adanya” seperti selama ini? Kita tunggu saja.[berbagai sumber]