Butet

Penulis: Rompu Silalahi
- Rabu, 10 September 2014 09:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092014/1410315304news_34_1410166590.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Butet Manurung (foto: istimewa)
Mulailah dengan hal-hal kecil. Mulai bukan karena ingin mendapatkan sesuatu, tetapi karena ingin mempersembahkan sesuatu.PESISIRNEWS.com—"Yang membedakan para penerima hadiah ini dengan orang lain ialah mereka memilih bertindak mengenai isu-isu yang dihadapi masyarakat.  Tidak seperti mereka yang memilih hanya mengeluh. Dengan kata lain, mereka tidak puas hanya mengeluh, tetapi terinspirasi untuk bertindak, dengan solusi yang relevan dan bisa direplikasi," kata Presiden Filipina Benigno Aquino III dalam upacara pemberian Hadiah Magsaysay beberapa waktu lalu.Memang lebih gampang mengeluh, menyalahkan orang lain, masyarakat sampai pemerintah atas keadaan yang tidak kita sukai.  Ini adalah tindakan untuk tidak mau susah atau masa bodoh ketimbang mengambil tanggung jawab.

Saur Marlina ”Butet” Manurung adalah satu dari sedikit orang yang tidak mau larut dengan keadaan ini.  Melihat maysarakat Orang Rimba yang belum tersentuh dengan pendidikan, ia tidak menunggu, sebaliknya ia memilih untuk bertindak.

Melalui pendekatan antropologis ia mengajar membaca, menulis, dan berhitung yang dilakukan sambil tinggal bersama masyarakat didiknya selama beberapa bulan. Sistem ini dikombinasi dengan mempertimbangkan pola kehidupan sehari-hari masyarakatnya.  Setelah tersusun secara sistematis, ia mengembangkan sistem Sokola Rimba (diambil dari bahasa yang digunakan orang Rimba, salah satu dialek bahasa Melayu).

Pantaslah kalau Butet menerima Hadiah Magsaysay yang bergengsi itu.

Buat Anda dan saya mungkin panggilannya tidak seperti Butet, tetapi yang pasti kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik.  Dunia ini gelap dan membusuk dan kita dipanggil untuk itu.  Kita ada untuk menerangi dan menggarami dunia ini, bukan untuk mengeluh dan cari selamat sendiri.

Mulailah dengan hal-hal kecil. Mulai lebih perduli dengan orang-orang di sekitar kita tanpa memandang apakah mereka satu kelompok dengan kita atau tidak.  Mulai bukan karena ingin mendapatkan sesuatu, tetapi karena ingin mempersembahkan sesuatu.

Semoga.


Tag:

Berita Terkait

Berita

Polsek Tempuling Bersama Puskesmas Sei Salak Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Mumpa

Berita

Polsek Gaung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Berita

Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sungai Luar

Berita

Bhakti Sosial Polres Inhil bersama Mahasiswa dan OKP.

Berita

Sosialisasi Forum Anak Kabupaten Indragiri Hilir: Mewujudkan Partisipasi Anak dalam Pembangunan

Berita

Pj. Sekdakab Inhil H. Tantawi Jauhari Buka Sosialisasi Perlindungan Ekosistem Pekerja Desa