PESISIRNEWS.com - Menulis dan menerbitkan buku hanya bisa dilakukan orang-orang tertentu: para ahli yang punya banyak ilmu atau paling tidak mereka yang punya banyak pengalaman. Itulah pendapat umum di masyarakat yang dibantah oleh founder Indonesia Menulis, Budi Sutedjo.Dalam pelatihan menulis untuk kalangan umat Khatolik se-kota Medan yang diadakan pada 14-16 Agustus 2014, Budi Sutedjo mengatakan bahwa menulis dan menerbitkan buku bisa dilakukan oleh semua orang. Setiap manusia pada dasarnya memiliki pengalaman yang menarik untuk dibagikan.“Bagi para dosen dan guru, materi ajar dan materi perkuliahan yang sudah disusun dengan susah payah itu bisa dijadikan buku,” kata Budi. “Para lulusan S1, pasti punya skripsi. Selama ini skripsi sebagian besar dibiarkan di perpustakaan, tidak dibaca dan tidak dibagi untuk umum. Paling banter dirobek mahasiswa untuk contekan skripsi lagi,” lanjutnya. Menurut beliau, hasil-hasil penelitian tersebut alangkah baiknya kalau disulap menjadi buku yang bisa dibaca banyak orang. Tinggal bagaimana mengemasnya menjadi bacaan umum atau bacaan ilmiah.Pelatihan yang diadakan di Cinta Alam, Pancur Batu ini dihadiri 24 peserta yang memiliki ketertarikan terhadap tulis-menulis dari berbagai latar belakang: mahasiswa, rohaniawan, jurnalis, dan aktivis gereja.20140822_Indonesia Menulis_1Dikemas dalam konsep menyenangkan disertai aneka game sederhana membuat peserta pelatihan sangat menikmati dan mudah menangkap materi yang disampaikan. Budi Sutedja memberikan wawasan tentang bagaimana cara kerja industri penerbitan buku, memberikan trik bagaimana memilih penerbit, dan mengirimkan karya. Budi membuka wawasan berpikir tentang betapa pentingnya menulis dan menerbitkan buku.Dimulai dengan membeberkan pentingnya menulis, membangun diri sendiri dan terutama untuk menciptakan Indonesia yang cerdas, Budi mengajak para peserta belajar menulis tentang fakta yang kemudian dilanjutkan dengan teknik-teknik menulis seperti menulis feature, opini, dan artikel. Dari praktik menulis tersebut nantinya akan dijadikan buku kumpulan tulisan para peserta.Pelatihan ini memang memberikan manfaat yang langsung bagi para peserta. Terutama dalam hal motivasi. “Saya sering tidak percaya diri dengan tulisan-tulisan saya. Takut salah. Tapi pelatihan ini mengubah persepsi saya tentang menulis. Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan,” kata Puji, seorang dosen yang menjadi peserta pelatihan.20140822_Indonesia Menulis_4Indonesia Menulis sendiri adalah sebuah gerakan yang bergiat menyediakan lebih banyak bacaan untuk masyarakat Indonesia. Dalam paparannya, Budi menyebutkan bahwa tingkat produksi buku di Indonesia sangat jauh ketinggalan bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Setiap tahunnya Indonesia hanya mengeluarkan sekitar 18.000 judul terbitan. Sementara Korea misalnya, mencapai 45.000 terbitan setiap tahun. Ketersediaan jumlah dan variasi bacaan berhubungan erat dengan minat membaca masyarakat Indonesia. “Indonesia Menulis hadir untuk membangun semangat membaca tersebut,” katanya. Bagi para penulis sendiri, dengan menghasilkan buku-buku bacaan, mereka sudah ikut membudayakan membaca pada masyarakat kita.