Awas..Sifat Kikir Ternyata Mempengaruhi Kadar Stres.

- Selasa, 14 April 2015 08:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir042015/pesisirnews_Sifat-kikir-ternyata-mempengaruhi-kadar-stres..jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
illustrasi
PESISIRNEWS.COM - Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh tim dari Queensland University of Technology (QUT) di Brisbane, Australia. Para responden dalam penelitian ini diukur respon fisiologisnya saat mereka menjalankan simulasi tawar-menawar finansial. Mereka yang membuat penawaran relatif rendah mengalami lebih banyak stres dibandingkan yang membuat penawaran tinggi. Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di jurnal PLOS ONE.Menurut para peneliti, eksperimen ekonomi yang mengukur detak jantung ini merupakan yang pertama. Penelitian ini ingin mengukur stres mental ketika berhubungan dengan uang dan pembuatan keputusan. Namun peneliti juga menegaskan peserta yang kikir mungkin juga mengalami stres karena perasaan bersalah.Peneliti juga mencatat detak jatung selama pertukaran itu. Para peserta yang terlibat dalamm penelitian tersebut dan membuat penawaran rendah, juga yang menerima tawaran akhir rendah, mengalami peningkatan detak jantung. Peningkatan detak jantung ini mirip dengan kondisi seseorang yang stres."Hal ini bisa dilihat sebagai bukti bahwa kita berempati dengan orang lain dan menempatkan diri di posisi orang lain dalam situasi seperti itu," kata Markus Schaffner, salah seorang peneliti dan manajer Queensland Behavioral Economics Group Laboratory for Economic Experiments di QUT."Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa kita punya punya perasaan negatif ketika memperlakukan orang lain dengan tidak adil. Misalnya, menawarkan di bawah 40 persen dari total nilai dalam permainan. Ada biaya emosi dan fisiologi yang membuat kita merasa tak nyaman," imbuhnya.Bukan pertama kalinya ilmuwan meneliti manfaat alturisme dalam konteks ekonomi. Riset sebelumnya membuktikan tindakan amal justru meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, ketika berhubungan dengan hal berbau keuangan, tak ada salahnya untuk bersikap murah hati.


Tag:

Berita Terkait

Artikel

Disdik: Senin Depan UN Susulan bisa Dilaksanakan

Artikel

IPMR akan Meriahkan HUT Kota Dumai ke-16

Artikel

Pedagang Pakaian Bekas di Dumai Terancam Gulung Tikar

Artikel

Pemotongan DBH tak Ancam Tunjangan PNS di Dumai

Artikel

Bupati Bengkalis Hadiri Pertemuan ADPM di Jakarta

Artikel

Pendaftaran Calon Ketua KNPI Bengkalis Resmi Ditutup